Tuesday, April 20, 2021

3 Tips Membeli Cokelat Batangan Terbaik Agar Hasil Olahan Kue Oke

April 20, 2021 0
Quote cokelat inspiratif

Ada yang sudah ancang-ancang menyambut lebaran? Nggak apa, kan, kalau cuma tanya meski puasa baru masuk minggu kedua. ๐Ÿ˜

Secara Mamak-Mamak macam aku mah, bulan puasa belum masuk aja suka bikin rencana duluan. Seperti, mau jualan apa buat ngabuburit atau mau bikin kue apa buat menyambut lebaran. Meski sering kali realisasinya mah, ke laut aja tuh, rencana. ๐Ÿ˜…

Malah sebelum pandemi, puasa belum mulai, udah beli baju lebaran. Nggak usah dijelasin, Sahabat Desi's Corner tahulah ya, sebabnya. Terutama sesama Mamak-mamak. Tahu sama tahulah kita, ya.

Nah, berdasar prolog diatas. Jadi, ceritanya, adik perempuanku kan, puasa tahun lalu jualan kue kering. Terus pas aku dapat jawaban dia mau jualan kue lebaran lagi tahun ini. Aku bilang sama dia, kalau aku mau nebeng kue bikinan aku untuk barengan dijual. Gayung bersambut, dia oke-in penawaranku.

Baca Juga: Tetap Produktif Meski Diam Di Rumah

Antara Kue Cokelat dan Bola Keju Krispi

Ramadan sebelumnya, aku mencoba membuat kue bola keju krispi. Buat konsumsi pribadi, sih. Selain ovennya aja boleh pinjam Ibu Mertua. Itu juga cuma trial resep hasil googling. Jadi, ya bikinnya juga cuma dua toples.

Eeh, tetanggaku bilang, temanku bilang, anakku juga bilang, kalau kuenya enak. Malah ada yang pesan dua toples. Rencana nggak ada niat jualan. Ya, masa rezeki ditolak. Cuz lah langsung diterima dengan tangan terbuka.

Itulah sebabnya dalam menyambut lebaran tahun ini. Aku ingin berjualan kue bola keju krispi lewat adikku. Tapi ada kendala nih, oven tangkringnya udah dikembalikan ke Ibu mertua. Mau pinjam, takut adik iparku mau pakai untuk bikin kue juga. Secara pandemi belum kelar tahun ini. Bikin kue lebaran sendiri pastinya lebih hemat.

Ya sudah, aku putuskan untuk membuat kue yang lain. Dan pilihanku dari sekian banyak resep, sepertinya bola kurma kacang cokelat, oke juga. Selain bahan yang digunakan cuma sedikit. Membuatnya juga nggak perlu pakai oven. Nggak ribet, nggak butuh perabotan masak banyak, dan nggak butuh waktu lama buat bikinnya.

Coba ikutan bikin yuk, Sahabat Desi's Corner. Ini resepnya yang kudapat dari YouTube:

Bahan yang dibutuhkan:
1. Kurma - 150 gram
2. Kacang tanah atau jenis kacang lainnya) - 100gr
3. Cokelat batangan - 100 gram

Cara membuat:
1. Potong kurma menjadi ukuran kecil
2. Sangrai kacang
3. Lelehkan cokelat batangan selama sepuluh menit (proses akhir)

Proses selanjutnya:
1. Masukkan kurma dan kacang ke dalam chopper. Setelah selesai penyatuan kurma dan kacang. Bentuk bulat adonan yang besar bulatannya sesuai selera Sahabat Desi's Corner. Sisihkan.
2. Lelehkan cokelat selama sepuluh menit.
3. Celupkan bola-bola keju dan kurma ke dalam cokelat. Tutupi dengan sempurna. Letakkan diatas piring atau wadah lainnya. Biarkan dingin dan cokelat mengeras sempurna. Bisa dimasukkan ke dalam kulkas untuk hasil sempurna. Terakhir, masukkan ke dalam toples, deh. Tara! Jadi, deh, bola kurma kacang cokelatnya.

Bola cokelat kurma kacang
Foto: Unsplash


Baca Juga: Lebaran 50:50

Cokelat Batangan

Pastinya Sahabat Desi's Corner tahu dong, cokelat yang sudah beredar di pasaran? Iya, cokelat blok atau batangan yang buat kue itu. Yang bisa dibuat minuman atau dimakan langsung.

Cokelat kan, gampang banget didapat, tuh. Udah gitu harganya juga ngikutin kantong kita. Mau hasil akhir rasa yang kayak gimana. Ya, tergantung budget dan target pasar yang dituju. Itulah kenapa aku pilih cokelat. Selain tentunya semua kalangan usia banyak yang suka sama makanan jenis cokelat ini.

Ngomongin target pasar. Rencananya aku mau bikin kue bola kurma kacang cokelat ini dengan kualitas dan rasa yang oke. Selain mencari untung, kepuasan pelanggan juga nggak boleh diremehin. Karena kepuasan pelanggan nggak bisa dinilai dengan materi.

Kualitas cokelat dan harga, pastinya harus berimbang. Agar hasil olahan kue berbahan cokelat ini nantinya memuaskan. Nah, mau tahu kan, bagaimana cara mendapatkan cokelat yang oke ini.

Tips memilih cokelat blok yang harus diperhatikan:

1. Merek

Tips pertama yang bisa kita gunakan adalah dengan melihat merek cokelat blok yang bakal kita beli. Tahu kan, kalau di pasaran itu banyak banget merek cokelat yang bikin kita bingung buat memilih.

Soalnya nanti, merek yang dipilih ini, bakal memengaruhi kualitas dari proses akhir kue yang akan dibuat. Entah itu rasa atau bahkan tekstur yang kurang sesuai dengan keinginan. Oleh sebab itulah, penting bagi kita untuk memilih merek cokelat dengan membandingkan komposisi dan rasa yang ditawarkan untuk mendapatkan cokelat batangan yang sesuai keinginan kita.

2. Ukuran yang dibutuhkan

Tips mudah selanjutnya untuk memilih cokelat blok adalah dari ukuran yang dibutuhkan. Di pasar nanti, kita bakal menemukan ukuran cokelat blok yang beragam. Baik yang ukurannya kecil, sedang, hingga yang besar. So, pilihlah cokelat sesuai dengan kebutuhan.

Misal, bagi yang menggunakannya untuk keperluan pribadi, maka pilihlah ukuran kecil yang ditawarkan di minimarket. Sedangkan untuk kebutuhan usaha, baiknya memilih yang ukuran besar, supaya lebih hemat. Persis mottonya Mamak, hemat is the most important thing to buy something. ๐Ÿ˜

3. Tempat membelinya


Cokelat batangan


Tips terakhir untuk membeli cokelat blok adalah dari tempat membelinya. Kalau untuk usaha, sebaiknya sih, pilih cokelat bloknya yang ukuran besar. Dan itu bisa ditemui di toko bahan kue, seperti di TokoWahab. Di sini kita bisa membelinya secara online dengan banyak pilihan cokelat blok yang dapat dipilih. Mulai dari merek Colatta dan Tulip dengan harga 300 hingga 700 ribu rupiah.

Cocok banget, kan, di musim pandemi kayak gini. Sambil rebahan, bisa order cokelat. Pas di dapur, cokelatnya datang, deh.

Jadi, bagaimana? Kita coba bareng yuk, resep kue bola kurma kacang cokelatnya! Kali aja rezeki buat lebaran memang lewat usaha ini. Jangan lupa memilih cokelat bloknya pakai tips yang di atas tadi, ya. 

Selamat menjalankan ibadah puasa dan mencoba resep. 







Wednesday, April 14, 2021

Begini Ceritaku dari Workshop Detox Emosi Jelang Ramadhan

April 14, 2021 24

Detox Emosi

Mbak Diah membimbing kami, para peserta workshop Detox Emosi untuk mengolah dan mengelola amarah yang ada dalam diri kami.


Aku yang duduk sendiri di ruang makan dengan mata terpejam. Beberapa kali mengusap air mata yang tidak tertahankan mengalir keluar dari dua mataku.

 

Detox Emosi Jelang Ramadhan

Hari Minggu adalah hari santai. Meski sebetulnya setiap hari bagiku adalah santai. Rebahan depan tv sampai akhirnya tv yang menonton diriku.

Kurang lebih dua puluh menit, aku terbangun dari tidurku. Memang seperti itulah istirahat tidur siangku. Jarang sampai berjam-jam. Meski hanya satu jam pun, aku jarang sekali mendapatkannya.

Pukul 01.05 aku terbangun dan langsung teringat Rembo yang belum makan siang. Segera kukeluarkan makanan kaleng Rembo dari kulkas.

Ketika sedang menyuapi makan siang Rembo. (Just information ya, Sahabat Desi's corner. Anabul (anak bulu) putih berusia hampir delapan bulan ini. Kalau makannya nggak disuapin, makannya nggak habis). Aku melihat jam di gawaiku, pukul 01.18. Alamak! Aku telat.

Acara workshop yang diselenggarakan oleh Female Digest dan ISB ini dimulai pukul 01.00. Dan aku telat. Sambil menyuapi Rembo makan, aku buka grup WA untuk mendapatkan link zoom workshop Detox Emosi Jelang Ramadhan.

Alamak! Untuk kedua kalinya aku panik. Panik karena komitmen untuk hadir tepat waktu dalam zoom meeting, aku ingkari. Aku lupa kalau aplikasi zoom sudah dihapus dari gawaiku. Sudah terlambat, belum mandi, belum salat, dan harus instal aplikasi zoom dulu.

Padahal sehari sebelumnya, aku sudah memperingati diri sendiri. Jangan sampai aku telat hadir untuk workshop yang diadakan oleh Female Digest ini.

Kapan lagi bisa ikut workshop selama dua jam, free, dan ada sesi praktiknya juga. Ditambah pemberi materinya adalah dua orang profesional, psikolog sekaligus psikoterapis.

Bulan Ramadhan bukan aja disambut dengan munggahan. Tapi hati yang plong tanpa beban juga kudu disiapin. Biar ngejalanin puasanya khusyu tanpa ada beban yang mengganjal di hati.

Untung acaranya telat ๐Ÿ˜. Aku masuk kelas pas Teh Ani, ketua Komunitas ISB baru masuk ke sesi perkenalan.

Baiklah, aku memutuskan untuk membersihkan badan dengan membawa gawai ke dalam kamar mandi. Eeh, sinyal wifinya menolak kerjasama. Terputus bo' zoomnya waktu mau join kelas lagi. Layar gawai cuma memperlihatkan kursor yang berputar-putar. Ya, udah, lanjut mandi, sambil menunggu di accept masuk kelas.

Benar saja, selesai mandi, aku sudah berada di dalam kelas zoom yang acaranya sudah dimulai. Kang Dandi yang bernama lengkap Dandi Birdy sekaligus founder Biro Psikologis Dandiah menjadi pembicara pertama.

Workshop yang diikuti oleh 34 peserta terlihat bersemangat. Termasuk aku, yang membawa "beban".

Baca Juga: Tetap Produktif Meski Diam di Rumah

Bayangan Masa Lalu Mengiringi Langkah Masa Kini

Segera aku salat dzuhur terlebih dahulu, sebelum semuanya terlambat. Sambil mengenakan bawahan mukena. Aku menyimak slideshare yang dibawakan oleh Kang Dandi. Menarik. Lalu aku pun menaruh gawai ke dalam tumpukan keranjang pakaian untuk meredam suaranya.

Duh, beneran, deh. Perbuatan nggak terpuji banget deh, aku. Ngaku, seriusan. Salatnya memang nggak tergesa. Tapi pikirannya melayang dengan presentasi yang kena banget di hati.

Ransel emosi

Kang Dandi betul 100%. "Beban" yang dibawa oleh kita sungguh teramat berat. Namanya juga psikolog. Analisa tentang kesehatan mental seseorang secara umum pastinya mendekati benar.

Beban atau ransel yang dibawa di pundak kita, kalau tidak dikurangi, akan membuat langkah kita semakin berat. Yang ada langkah kita menjadi pelan dan akhirnya cita-cita masa depan semakin jauh untuk dicapai.

Memang isi ransel itu apa aja, sih? Isi ranselnya adalah berbagai macam frustasi yang kita alami. Ransel ini tidak terlihat oleh mata awam. Kita tidak dapat melihat luka batin seseorang, meski orang tersebut tertawa dan terlihat bahagia.

Luka batin yang seperti apa? Luka batin tersebut bisa berupa luka karena pengasuhan, luka karena ditinggal orang terkasih, luka yang dibuat oleh pasangan atau mantan, luka yang dibuat oleh diri sendiri (self blaming), atau bisa juga luka karena perundungan (di kantor, komunitas, atau lingkungan sosial dimana kita berada).

Luka batin yang ditumpuk dalam ransel tersebut akan membentuk emosi. Kalau yang ditumpuk kertas berharga sih, nggak apa, ya? Lah, kalau emosi yang ditumpuk, bakal jadi apa dunia ini?

Sekarang aja kalau lihat berita di tv. Berita pembunuhan dan tindakan kriminal lainnya selalu ada. Nggak habis pikirnya akutu, penyebabnya cuma hal sepele aja.

Tapi ya itu tadi. Luka yang bertumpuk adalah penyebab emosi seseorang akhirnya tidak terkendali dan meledak.

Baca Juga: Mengembangkan Jiwa Wirausaha di Masa Remaja

Bagaimana Cara Mengolah dan Mengelola Amarah?


Amarah tersimpan

Materi seru tapi suara motor berhenti di depan rumah bikin buyar konsentrasi. Bapake sama anak wedok pulang. Pas lihat jam di dinding, eeh, udah waktunya masak.

Padahal sebelum acara dimulai. Dua D (Mbak Diah dan Kang Dandi) udah mewanti-wanti, kalau pas workshop kudu fokus. Tapi, meski disambi masak enteng dan ekspres alias goreng-goreng dan masak nasi. Presentasi ibu dengan tiga orang anak ini, bikin aku baper. Terus ujung-ujungnya, aku mengusap sudut mata yang rembes dengan lengan daster.

Dengan gawai di kantong daster dan headset di telinga. Suara Mbak Diah yang membawakan materi mengolah dan mengelola amarah bersaing dengan suara minyak panas karena menggoreng.

Istri dari Kang Dandi yang juga seorang psikolog dan psikoterapis ini memberikan cara agar kita dapat melepaskan emosi dalam diri.

Tahapan Pelepasan Emosi dengan Konsep 4A:

1. Aware

Disini kita tahu luka apa yang sedang dihadapi. Dan kita juga tahu siapa yang membuat luka itu. Tapi apakah kita sadar, seberapa dampak dari luka yang ada tersebut pada diri kita?

2. Accept

Setelah kita sadar akan luka yang menyebabkan emosi dalam diri tersebut. Seperti marah, kecewa, sakit hati, atau juga dendam. Maka sebaiknya semua emosi itu kita terima, jangan disangkal. Alirkan dan luapkan semua rasa emosi yang ada dalam diri di ruang terapi dengan Self Healing Therapy (SEHAT) with Depth.

3. Allow

Tahap pelepasan emosi ketiga adalah tentang memperbolehkan diri akan luka, apakah luka itu akan disimpan atau dilepaskan? Semua pilihan ada ditangan kita sendiri dengan segala konsekuensinya.

4. Away

Melepaskan segala emosi akan luka yang ada dalam diri dengan cara memaafkan.

Kata maaf memang cuma empat huruf. Tapi buat pelaksanaannya nggak semudah pas ngucapinnya.

Memaafkan menurut Mbak Diah dalam workshop detox emosi yang aku ikuti tanggal 4 April ini, harus mencakup empat tindakan, yaitu:

- Logika

Memaafkan itu kudu menggunakan logika, bukan baper yang berperan. Kalau menuruti baper yang ada luka nggak kering-kering.

Ya Alloh, kayak aku bisa pakai logika aja buat maafin orang. Ya kali, kalau salahnya cuma nggak sengaja senggolan di gang sempit. Kecipratan air hujan sama mobil aja, ngedumelnya nggak berujung.

Tapi kita tetap harus belajar memaafkan. Pelan-pelan aja, mungkin lama-lama logika akan berperan utama dibanding baper.

- Hati

Jangan sampai memberi maaf hanya di bibir tapi hati menolak. Berikan kata maaf dengan tulus dari hati dan ikhlas.

- Ucapan

Ucapkan kata maaf. Istilah kata mah, dengan mengucapkan kata maaf. Itu pertanda kita sudah memberi maaf secara sah heuheu. Bolehlah ditambah dengan berjabat tangan, biar afdol.

- Tingkah Laku

Tunjukkan bahwa kita sudah memaafkan dengan sikap dan tingkah laku. Bilang udah dimaafin, tapi kita cuekin.

Baca Juga: Jemari Menari Di Atas Keypad

Sesi Praktik

Akhirnya waktu untuk praktik tiba. Kantong kresek, tisu, dan bantal adalah perlengkapan yang dibutuhkan selama sesi praktik berlangsung.

Praktik pertama adalah, para peserta diminta untuk melakukan rileks terlebih dahulu dengan metode Butterfly Hug. Yaitu metode untuk self healing therapy atau lebih dikenal teknik pausing and pending.


Butterfly hug


Jadi, teknik butterfly hug itu kayak P3K gitu. Kalau tiba-tiba kita dilanda cemas yang berlebihan atau emosi yang meledak-ledak. Pasti kan, semuanya bakal kacau dan di luar kendali. Nah, untuk mengatasinya menggunakan teknik butterfly hug.

Waktu pas coba sih, lumayan terasa rileks. Mungkin karena efek masaknya kelar. Terus jadinya nggak ada beban lagi. Heuheu, bercanda.

Tapi ini seriusan ✌ butterfly hug bikin hati dan diri jadi santai. Waktu ngelakuin teknik ini, jangan lupa matanya dipejamkan. Terus sambil menarik nafas dari hidung dan dikeluarkan dari mulut secara perlahan.

Tangan kita yang memeluk diri sendiri ini sambil ditepuk-tepuk. Ya, layaknya kalau lagi pelukan gitu. Cuma ini yang ditepuk bukan punggung tapi bagian sisi bawah bahu bagian depan diri kita sendiri.

Praktik kedua adalah dengan cara Tapping. Yaitu dengan memukul-mukul titik yang telah ditentukan dengan menggunakan tiga jari. Biar lebih jelas, bisa dilihat lewat gambar di bawah ini kali, ya.


Teknik tapping theraphy

Praktik tapping ini lumayan menguras emosi. Dan biar lebih leluasa praktik tappingnya. Aku pergi ke atas (dak tempat menjemur pakaian). Kalau terus di duduk di ruang makan. Suami pastinya bakal banyak tanya kalau nanti melihat istrinya mewek sambil ngomong sendiri.

Mbak Diah memang psikoterapis jempolan. Setiap kata yang terucap, selalu aja berhasil mengeluarkan air dari mata. Kok, ya, hampir benar semua kata-katanya.

"Ayo, keluarkan semua uneg-uneg yang mengganjal di hati. Kekesalan, kemarahan, semuanya dikeluarkan. Sebut nama yang bikin teman-teman sakit hati. Caci-maki mereka karena perbuatan mereka pada teman-teman. Kalau mau teriak. Teriak saja." Mbak Diah memberi motivasi pada kami para peserta sambil memberi instruksi titik tapping dan meminta para peserta untuk batuk.
Memang posisiku di atas (dak rumah) jauh dari penglihatan suami dan anak. Tapi kalau aku teriak, bisa bingung nanti mereka. Palingan aku cuma bicara pelan dan berdebat sendiri. Hasilnya, ujung lengan daster basah.

Memang secara agama, aku pasrah akan semua yang terjadi. Dan sampai saat ini pun masih belajar untuk menerima. Tapi dari sisi psikologis, aku belum kelar eung.

Beberapa peserta ada yang terbatuk lalu muntah pada saat mengeluarkan beban yang selama ini dibawa. Ketahuan aku ngintip para peserta lain, deh. Kan, harusnya mata aku merem ๐Ÿ˜

Penutup

Workshop detox emosi jelang ramadhan yang semula hanya dua jam. Jadi mulur melebihi waktu seharusnya. Dan Ibu pemilik Dandiah Care Centre ini sungguh totalitas memberikan materi juga praktiknya meski free.

Semoga setelah pandemi berakhir dan punya rezeki lebih. Aku mau ah, ikut workshop tatap mukanya. Butuh banget workshop detox emosi ini, biar isi ransel yang masih tersimpan sekian tahun lamanya dapat melebur dalam diri alias diterima dengan lapang dada.

Terima kasih Female Digest dan ISB untuk acara workshop Detox Emosi Jelang Ramadhannya. Kerenlah, acaranya. 

Nah, bagaimana Sahabat Desi's corner, mau coba praktik dengan butterfly hug dan tappingnya, nggak? Tapi harus konsisten dan rutin praktiknya, ya, biar hasilnya maksimal.

Kalau mau tahu lebih banyak informasi mengenai Anger Managemen, Luka Pengasuhan, atau butuh psikoterapis dan psikologi. Coba mampir di IG Dandiah Centre. Di IG tersebut Mbak Diah dan Kang Dandi berbagi ilmu mereka seputar detox emosi dan jadwal workshop mereka. 

Kesehatan mental itu sama pentingnya dengan perawatan wajah. Jangan sampai wajah kinclong kita dipakai buat menutupi jiwa yang luka. Ntar aura kecantikannya tertutup, lho. Ya Alloh guweh sotoy banget yak ๐Ÿ˜…
 














Wednesday, March 31, 2021

Bob Si Kucing Jalanan, Mengubah Hidup Seorang Pecandu Narkoba

March 31, 2021 14

Bob si kucing
Foto: instagram @streetcatnamedbob. Poster film, wikpedia

Review Film A Street Cat Named Bob 
Sutradara : Roger Spottiswoode
Produser : Adam Rolston
Penulis : Tim John, Maria Nation
Berdasarkan : A Street Cat Named Bob oleh James Bowen
Pemeran : Luke Treadaway, Ruta Gedmintas, Joanne Froggatt, Anthony Head, Caroline Goodall, Bob The Cat
Perusahaan produksi : Stage 6 Films, Shooting Script Films, Prescience, Iris Productions, The Exchange
Tayang : 03 November 2016 (London, penayangan perdana)
04 November 2016 (Britania Raya)
Durasi : 103 menit
Negara : Britania Raya

Bahas kisah inspiratif Bob si kucing jalanan yang mengubah hidup seorang pecandu narkoba, yuk, Sahabat Desi's Corner! Ada yang udah pernah nonton film ini?

Sebetulnya nggak sengaja nonton film yang bintang utamanya kucing. Gegara cuplikan film kucing oren ini bolak-balik nongol di video facebook. Lama-lama penasaran juga. Kucingnya ngegemesin gitu.


Bob Si Kucing Jalanan

Film yang diangkat dari novel berdasarkan kisah nyata pemilik kucing oren ini, James Bowen. Mendapatkan penghargaan sebagai Best British Film di negaranya sendiri, yaitu Inggris pada tahun 2017.

Adalah Bob si kucing jalanan yang masuk ke dalam apartemen James. Dan itu adalah pertemuan pertama yang nggak ngenakin dan nggak ada indah-indahnya. Eeh, dikira bertemu calon pacar kali yak. ๐Ÿ˜‹

Kata orang, kucing itu memilih siapa yang bakal jadi tuannya. Bukan tuannya yang memilih kucing. Betul atau nggaknya, yang jelas teori ini aku alami. Atau memang cuma kebetulan? Nggak tahu juga.

Dari ketidaksengajaan Bob yang mencuri sereal di dapur milik James. Padahal namanya apartemen kan, banyak kamar, ya? Tapi kenapa Si Bob memilih kamar James? Apakah karena jendelanya James terbuka? Entahlah, mungkin memang takdir pertemuan mereka seperti itu.

Meskipun James adalah seorang pecandu yang sedang dalam masa pemulihan. Kerjanya pun cuma mengamen. Makanan layak pun jarang ketemu. Bahkan perlakuan pada dirinya sendiri juga ngenesin. Seperti, ambil makanan sisa dari tempat sampah.

Terus bagaimana James mau pelihara Bob, kucing oren nan lucu dan gemesin itu?

Tanggung Jawab Pada Diri Sendiri dan Bob

Bob kucing jalanan
Foto: James Bowen dan Bob (instagram @streetcatnamedbob)

Bob adalah nama pemberian tetangganya James, Betty. Betty yang seorang penyayang binatang tapi alergi dengan kucing berkata, "kucing oren ini bilang namanya, Bob."

Udah, percaya aja, dah kalau kucingnya bisa ngomong pake bahasa telepati sama Betty. Terus sebutin nama dirinya adalah Bob.

Dengan kekuatan bulan (animasi apa ayo tebak?) James akhirnya memutuskan memelihara binatang lucu ini. Tentu setelah James keliling bertanya dan mencari siapa pemilik si Oren ini di sekitar tempat tinggalnya.

Sahabat Desi's Corner pasti percaya kan, dengan berbuat baik (ikhlas dan tulus) pasti akan mendapat balas kebaikan lagi? Meskipun itu pada hewan.

Seperti yang James lakukan pada anabul (anak bulu) ini. Berbuat baik pada binatang, yang kita tahu nggak bisa balas balik dengan materi bahkan ucapan lisan terima kasih pun nggak bisa. Tapi dia tetap menolongnya karena alasan kasih sayang dan peduli pada sesama makhluk hidup.

Mungkin waktu menolong binatang berkumis ini, James merasa nasibnya sama dengan jenis kucing Bob domestic shorthair. James si anak jalanan dan Bob juga si kucing jalanan juga. Jadi mereka merasa berjodoh untuk melengkapi satu sama lain.

Kepedulian James nggak hanya dengan kasih sayang dan berbagi makanan. Tapi dia juga sampai ngerelain uang hasil mengamen yang nggak seberapa buat beli obat untuk Bob Si Kucing.

Iya, waktu itu Bob terluka karena habis berantem setelah beberapa hari nggak pulang ke apartemen James. Dan Betty menyarankan untuk membawa Bob ke klinik hewan. Klinik hewannya ini gratis, lho.

He eh, gratis. Karena klinik hewan ini dikelola oleh para sukarelawan pecinta binatang. Di negara kita mah, masih jarang klinik hewan yang gratisan yang kayak gini.

Eits, tapi buat obatnya tetap kudu bayar. Ya, kalau gratisan semua, bagaimana klinik hewan itu bisa beroperasi. Nah, disinilah James merelakan uang jatah makan seminggu yang dikasih bapaknya buat menebus obat Si Bob.

Baca Juga: Dua Hati Mudik Untuk Hidup Baru

Melangkah Bersama Mengubah Nasib

Nasib bisa berubah selama kita berusaha. Bahkan takdir pun bisa diubah dengan berdoa. Begitu juga dengan James.

Bob si kucing jalanan akhirnya dibawa mengamen oleh James ke kota, yaitu London. Maklum apartemen yang disediakan bagi homeless letaknya di pinggir kota. Jauh dari peradaban ceritanya.

Ternyata mengamen di tengah kota London yang sibuk bersama Bob. Membawa keberkahan bagi mereka berdua. Pejalan kaki yang berlalu-lalang bukan saja hanya lewat melempar koin seperti kala James mengamen sendiri.

Kali ini para pejalan kaki malah sengaja berdiri menonton James yang mengamen ditemani Bob, si kucing yang ngegemesin ini. Bahkan dari hasil mengamennya, Bob dan James bisa makan layak.

Lama-lama mereka jadi tenar, deh. Sampai akhirnya pihak majalah The Big Issue tempat kerjanya James menjual majalah eceran sewaktu James di score nggak boleh mengamen sama polisi bilang, kalau kisah James bakal laku jika menjadi buku.

Kalau menurut hasil baca-baca, sih. Buku yang ditulis oleh James melalui jasa ghostwriting yang disediakan oleh pihak penerbit Holder & Stoughton ini. Jarak antara James bertemu Bob tahun 2007 ke terbitnya buku tahun 2012 adalah 5 tahun. Dan itu berarti selama lima tahunan James merawat Bob. Hmm, berarti ikatan batin mereka sudah kuat, tuh.

Baca Juga: Review Film Marlina Membunuh Ketakutan

Balasan Kebaikan pun Didapat

Poster film kedua bob si kucing
Foto: poster film kedua Bob dan James (instagram @streetcatnamedbob)

Semua perbuatan akan mendapatkan balasan. Seperti James yang tulus merawat Bob. Siapa sangka, buku A Street Cat Named Bob yang merupakan kisah perjalanan hidupnya alias biografi bisa diterjemahkan kedalam 40 bahasa dan menjadi best seller.

Bahkan empat tahun kemudian novelnya diangkat menjadi film. Dengan perubahan hidup James yang bersih dari narkoba dan dapat membuktikan kalau dia bersungguh-sungguh ingin berubah. James pun akhirnya bisa berbaikan dengan bapak dan ibu tirinya.

Sayang, 16 Juni 2020 lalu, peran Bob untuk menemani temannya James berakhir sudah. Tapi selama 14 tahun kebersamaanya dengan James. Bob telah meninggalkan empat buku yang berisi tentang kisahnya bersama laki-laki berambut gondrong ini. Dan satu film yang selesai produksi dan tayang pada November 2020 kemarin.

Menurut Sahabat Desi's Corner, apakah Bob si kucing jalanan ini dihadirkan untuk mengubah nasib James?

Meski Bob hadir karena ketidaksengajaan. Tapi menurutku mah, Bob dan James memang hadir untuk saling melengkapi. Seperti jodoh yang sudah diatur oleh Tuhan, dimana garis hidup kita sudah tercatat di lauhul mahfudz semenjak kita belum lahir. Jadi jauh teorinya heuheu.

Hikmah dari Kisah Inspiratif Ini

Selalu ada hikmah dibalik kisah atau sebuah cerita. Dan setiap kita punya kisah menarik yang bisa jadi menginspirasi teman atau sekitar kita.

Baca Juga: 5 Tips Inspiratif Hidup Shin Min Ah

Berikut hikmah yang kudapat setelah menonton film ini:

1. Kucing pun bisa menjadi sahabat

Dalam film A Street Cat Named Bob ini. Bob menjadi sahabat seorang pecandu yang sedang menjalani masa penyembuhan. Dalam memilih tuannya, Bob tidak perlu mengenal apakah tuannya itu miskin, pecandu, pengangguran, dan tidak dapat menjamin makannya. Bob hanya perlu tahu kalau tuannya itu punya hati baik dan tulus.

2. Kucing tempat curhat yang oke

Meski kucing tidak dapat menanggapi apa yang kita bicarakan. Tapi segala rahasia dan uneg-uneg yang bikin ngeganjel di hati bakal aman dan nggak bocor ke orang lain.
Seperti James yang selalu mengajak ngobrol Bob tentang kegundahan hatinya.

3. Teman setia dikala susah dan senang

Di film ini, Bob diceritakan menjadi penguat ketika James melalui masa kritisnya untuk terlepas dari kecanduan narkoba.

Bob adalah salah satu alasan dia berjuang sekuat tenaga untuk terlepas dari candu obat terlarang. Dia merasa Bob adalah tanggung jawabnya.

Selama James melewati masa kritisnya. Bob diberi makan oleh tetangganya, Betty. Tapi Bob tidak pernah pergi dari sisi James untuk tinggal di tetangganya itu. Bob tetap setia menemani James sampai dia berhasil sembuh dan bersih dari narkoba.

4. Berbuat baik tanpa pamrih

Mungkin untuk latihan berbuat baik dan nggak perhitungan pada sesama bisa melalui hewan. Kan, Sahabat Desi's Corner pasti tahu. Di zaman sekarang, berbuat baik itu seringnya ngarepin imbalan. Nah, kalau berbuat baik pada hewan, kita cuma mengharapkan imbalan dari Allah.

5. Bertanggung jawab

Memelihara kucing ternyata membuat sang tuan menjadi bertanggung jawab. Seperti James yang rela kehilangan uang makannya demi mengobati Bob yang terluka.

James pun bertekad untuk benar-benar sembuh dari kecanduannya akan narkoba. Apa kabarnya Bob kalau dia nggak bisa lepas dari drug? Yang ada uangnya bukan buat beli makanan Bob atau buat dirinya sendiri. Repot… repot.

Film A Cat Street Named Bob menurutku cukup inspiratif. Meski kisah nyata selama lima tahun dibuat sesingkat mungkin menjadi film. Mungkin aku harus membaca buku tentang Bob si kucing jalanan ini untuk perbandingan.

Meski film ini bertokoh utama seekor kucing. Tetap tontonan ini bukan ditujukan untuk anak-anak. Tapi kalau buat pecinta binatang, khususnya kucing. Nah, baru deh, cocok.

Mau nonton film terakhir Bob si kucing dulu, ah. Eh, sudah ada di layanan nonton gratis belum, ya film kedua Bob ini?





Wednesday, March 24, 2021

Review Buku Cerita Anak (Cernak) Karya Renny Yaniar

March 24, 2021 0

Review buku cerita anak

Judul: Aku Kenal Tetangga-Tetanggaku

Penulis: Renny Yaniar

Penerbit: Gramedia Pustaka Utama

Tahun Terbit: 2017

Jenis Buku: Picture Book Anak

Jumlah Hal Buku: 16 hal


Mau review buku cerita anak karya Yenny Yaniar, ah. Lama juga nggak baca buku cerita anak. Kangen. Meski pengin membaca buku fisiknya. Apa daya, pinjam lewat iPusnas pun, jadilah.

Dari sekian banyak judul cerita anak karya Renny Yaniar yang ada di Perpustakaan Nasional Digital. Buku berjudul Aku Kenal Tetangga-Tetanggaku, menjadi pilihan yang pertama untuk dibaca.

Selain pilihan judul, cover bukunya juga terlihat menarik. Dengan seorang anak perempuan lucu berponi yang terlihat gembira memandangi rumah-rumah yang berwarna cerah dan meriah.

Dan memang benar, ceritanya bagus dan penuh pesan. Bahasa yang digunakan juga sederhana dan mudah dimengerti oleh anak-anak PAUD.

POV yang digunakan dalam cerita ini adalah POV satu. Mungkin penulis menginginkan agar anak-anak yang sedang membacanya, bisa merasakan menjadi si tokoh cerita dalam buku tersebut.

Anak perempuan bermata bulat hitam ini bercerita tentang dimana ia tinggal. Ia pun memberitahukan posisi rumahnya di antara sepuluh rumah yang akan diceritakannya nanti.

Mengenal tetangga adalah hal wajib. Seperti Mama yang diceritakan oleh anak perempuan berwajah ceria dalam cerita bertema mengenal tetangga ini. Mama mengajaknya untuk mengenal para penghuni lingkungan dimana mereka tinggal.

Ada seorang nenek yang tinggal sendirian, ada yang berprofesi sebagai pemain biola, ada yang bapak dan ibunya bekerja, lalu anaknya diasuh oleh Mbaknya, ada yang orang tuanya selalu bepergian tugas ke luar negeri, dan beberapa tetangga lainnya, sampai jumlahnya sembilan rumah.

Tokoh anak perempuan berambut bob sebahu ini mendapat banyak pelajaran ketika mengunjungi tetangganya. Seperti:

1. Mengunjungi tetangga disunnahkan membawa buah tangan. Karena membawa buah tangan dapat mempererat kasih sayang sesama tetangga.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Berilah hadiah di antara kalian! Niscaya kalian akan saling mencintai.” (HR. Bukhari)

2. Mengunjungi tetangga adalah sebuah bentuk perhatian dan kepedulian kita sebagai makhluk sosial. Terlebih tetangga sebagai penolong pertama dan terdekat bila kita membutuhkannya dibanding saudara.

3. Mengunjungi tetangga mengajarkan anak untuk bersosialisasi dan mengenal karakter juga profesi tetangga yang bekerja.

4. Mengunjungi tetangga juga mengajarkan anak untuk tahu cara bersikap ketika sedang bertamu. Seperti memberi salam, cara duduk, cara menjawab pertanyaan yang diberikan oleh tetangga, juga tata krama mengambil hidangan yang disuguhkan.

5. Mengunjungi tetangga akan membuat anak mengenal lingkungan dimana ia tinggal. Terlebih sekarang sedang marak-maraknya penculikan anak.


Membuat cerita anak memang susah-susah gampang. Pemilihan kata untuk menjadi kalimat yang mudah dimengerti oleh anak, asli susah pakai banget. Terlebih konflik yang harus dibuat. Lebih mudah membuat konflik untuk cerita remaja atau dewasa dibanding cerita anak. Itu buat aku, sih, ya.

Dari kesembilan tetangga yang dikunjungi oleh anak perempuan berwajah bulat ini. Ada satu orang tetangga yang misterius. Ia dan Mamanya hanya bertemu laki-laki ini kalau pas-pasan di luar rumahnya saja.

Nah, disini konfliknya. Mau tahu Sahabat Desi's corner siapa dia? Ya udah, kalau mau tahu, pinjam aja di iPusnas. Gratis.

Baca Juga: Dua Hati Mudik Untuk Hidup Baru


Buku cernak Renny Yaniar


Judul: Aku Suka Siang dan Malam

Penulis: Renny Yaniar

Penerbit: Gramedia Pustaka Utama

Tahun Terbit: 2017

Jenis Buku: Picture Book Anak

Jumlah Hal Buku: 20 hal


Judul review buku kedua cerita anak karya Renny Yaniar yang dibaca sebelum tidur adalah Aku Suka Siang dan Malam. Buku ini adalah buku Seri Pembaca Kecil terakhir yang seluruhnya berjumlah lima buku.

Di dalam buku cerita anak kali ini. Renny sang penulis, menampilkan seluruh anggota keluarga Mima. Mama, Papa, Mia sang kakak, dan Niko, kucing kesayangan keluarga Mima.

Sudah hal biasa kalau anak kecil takut akan malam karena gelap. Tapi disini, lewat Mima, diharapkan anak-anak dapat menemukan bahwa malam juga sama menyenangkannya dengan siang.

Mima begitu senang dengan aktivitas seluruh anggota keluarganya. Dari mulai bangun pagi yang melihat Papanya berangkat ke kantor. Lalu mengantar Kak Mia bersama Mama ke sekolah.

Cerita keseharian Mima bisa jadi dialami oleh anak-anak lainnya. Bisa juga anak-anak yang tidak suka bangun pagi, dapat mencontoh Mima yang menyambut pagi hari dengan gembira. Dikarenakan pagi hari adalah waktu berkumpulnya dengan keluarga meski cuma sebentar.

Berkumpul dengan keluarga kan, nggak mesti harus menunggu weekend. Bisa jadi, aktivitas pagi yang cuma sebentar di meja makan adalah waktu yang berkualitas untuk keluarga.

Pada siang hari sampai sore. Mima tetap bahagia. Karena ia dapat melihat Kak Mia yang sedang belajar. Juga Mama yang asyik membaca buku. Terlebih di luar rumah, Mima dapat melihat orang berlalu-lalang. Ramai. Mima suka siang hari, dimana sinar matahari menerangi bumi.

Ketika hari menjelang sore dan matahari mulai tenggelam. Mima merasa takut. Takut akan gelap. Tapi Mama menenangkan Mima, bahwa malam pun sama indahnya dengan siang.

Indah bagaimana yang dimaksud Mama, nih? Cuzz lah ke pinjam ke iPusnas kalau mau tahu kenapa Mima akhirnya nanti jadi suka malam hari.

Baca Juga: Review Buku Untuk Pemula Bersama iPusnas


Membaca buku cerita anak buatku seperti mengistirahatkan penat dan kejenuhan pada aktivitas harian. Tidak perlu berpikir rumit untuk bahagia. Itu yang kurasa ketika selesai membaca buku anak ini.

Terlebih aku membaca buku-buku elektronik ini menjelang tidur. Dalam waktu kurang dari setengah jam, aku bisa menyelesaikan dua buku cerita anak.


Bagaimana dengan Sahabat Desi's Corner, apakah masih suka membaca buku anak meski tidak punya anak kecil lagi?








Wednesday, March 17, 2021

Cerita Dibalik Wisuda Daring Pertama Kakak Di Tengah Pandemi

March 17, 2021 18

wisuda virtual Universitas Singaperbangsa
Pembukaan Wisuda Virtual oleh Salah Satu Petinggi Unsika

Malam sebelum wisuda daring pertama kakak di tengah pandemi. Kakak berpesan di sore harinya padaku ketika aku sedang berada di dapur. Kakak bilang padaku, untuk tidak mengganggunya, karena pukul 18.30, kakak akan melakukan gladi bersih untuk wisuda virtual pertama kalinya yang diadakan oleh Unsika (Universitas Singaperbangsa).

Kakak tahu kalau ibunya suka grasak-grusuk masuk kamarnya nggak pakai ketuk pintu dulu. Jadi ia berpesan untuk mewanti-wanti, agar aku tidak mengganggu acara gladi bersih karena wisuda akan diadakan esok harinya, tanggal 15 Maret 2020.

Baca Juga: Sekolah Rumahan

Menyambut Wisuda Daring Pertama Kakak

"Besok acaranya dimulai jam berapa, Kak?"

"Jam tujuh diminta stand by, Mah."

"Pagi amat."

Itu adalah kalimat terakhir dariku dan bukan sebagai pertanyaan. Isi kepalaku sibuk menyusun puzzle aktivitas tugas rumah tangga esok pagi agar aku bisa siap menghadiri wisuda kakak.

Selesai salat subuh ketika sedang melipat mukena. Ekor mataku melihat kakak melintas di belakangku. Dan tidak lama, pintu kamar mandi terdengar dikunci. Aku menghela nafas.

Kulangkahkan kaki ke dapur. Kegiatan dapur adalah aktivitas no. 1, karena sarapan tidak boleh dilewati. Terlebih kakak harus sudah rapi sebelum pukul tujuh. Kuhangatkan nasi dan ayam lada hitam yang kumasak pada sore hari untuk makan semalam di dandang.

"Mah, nanti Tipir mau datang."

Belum lagi kubalas dengan pertanyaan dari ucapan kakak. Kakak yang baru keluar kamar mandi melanjutkan kalimatnya. Sepertinya kakak melihat mimik wajahku yang bersiap untuk menimpali perkataannya.

"Tipir mau bantuin Kakak dandan."

"Kan, Kakak bisa dandan sendiri."

Lagi-lagi itu adalah kalimat terakhir dari percakapan singkat dengan kakak dan bukan pertanyaan. Aku menghela nafas.

Lauk makan yang dihangatkan jelas tidak cukup bila teman kakak datang. Akhirnya suamiku membeli nasi uduk untuk teman kakak.

Nggak tega, anak gadis orang datang pagi-pagi untuk mendadani kakak, terus nggak dikasih sarapan. Nanti kalau hasil make up nya nggak nggak sempurna paripurna gegara perut kosong, gimana? Gawat, dong, wisudaannya.

Sudah hampir satu jam kakak dan temannya berada di kamar. Sesekali kakak keluar untuk mengambil tisu atau cotton bud yang ternyata habis. Merah kedua belah pipi kakak dengan warna blush on yang setingkat di atas warna kulit sawo matang kakak. Sedang untuk pemerah bibir kakak, dipilihnya warna nude.

"Dandan kayak begitu, kan, Kakak juga bisa," ucapku ketika kakak keluar kamar untuk meletakkan laptop diatas meja ruang tamu.

"Tapi, bagian matanya Kakak nggak bisa, Mah," jawab kakak sambil menunjuk sudut matanya yang sudah bergaris hitam membentuk sudut mata.

Lagi, percakapan singkat dengan kakak yang aku akhiri dengan helaan nafas.

Background wisuda virtual unsika
Background Unsika yang Digunakan untuk Wisuda Online

Pukul 07.00 kakak sudah berada di depan laptop. Baju gamis berwarna gold punyaku dengan warna pashmina senada. Membuat kakak terlihat cantik. Sempurna untuk menghadiri wisuda daring pertama Unsika. Aku menghela nafas untuk ketiga kalinya.

Aku beranjak meninggalkan kakak yang sedang men-setting background zoom di laptopnya untuk mandi dan juga bersiap. Sedangkan suamiku, rebahan di kamar dengan celana panjang dan kaos dalam. 

Jas dan dasi sudah tergantung di handle lemari pakaian, siap dikenakan. Tinggal menunggu instruksi kakak bila orang tua diminta tampil di layar zoom untuk mendampingi wisuda virtual yang juga pertama kalinya untuk kami.

Baca Juga: Sempro

Hanya Satu Detik untuk Dinyatakan Sah Menjadi Sarjana

Pembukaan acara dan sambutan dari jajaran petinggi Universitas Singaperbangsa, satu-persatu tampil dengan tidak memakan waktu lama. Sesi wisuda pertama secara online yang dihadiri kakak, akan dilanjut ke sesi kedua. Sehingga waktu begitu terbatas. Aku menghela nafas memandang kakak dengan baju dan topi toga yang talinya masih menggantung di sebelah kiri wajah kakak.

Kakak begitu sumringah sekaligus nanar pada sorot matanya. Aku? Sama. Tertawa gembira, riang, dengan tatapan mata tak lebih baik dari mata kakak.

Setelah kakak dinyatakan lulus bulan Juli tahun lalu. Menunggu waktu wisuda dari mulai Agustus, Desember, Januari, akhirnya menjadi Maret tahun ini. Sungguh emosi seperti olshopper yang di PHP-in oleh pembeli.

Bukan, bukan oleh kampus di PHP-innya. Tapi oleh si Covid-19. Kampus kan, tergantung si corona. Dipikir corona bakal pergi di Bulan Desember. Eeh, masih betah. Sampai akhirnya kemarin tanggal 15 Maret wisuda kakak jadinya online, deh.

Hampir satu jam aku duduk di sebelah kiri kakak menyaksikan satu-persatu nama wisudawan disebut dan dinyatakan sah menjadi sarjana sesuai jurusannya. Akhirnya tibalah giliran Fakultas Ekonomi.

Wisuda online kakak
Kakak Khikmad Mengikuti Jalannya Wisuda Daring

Dan…

Cukup satu detik nama kakak disebutkan, AMALIA TIARA BALQISH SARJANA AKUNTANSI. Pada akhirnya sah juga  kakak menyandang gelar S. AK. 
Hmm, kalau Sahabat Desi's corner menyebut nama kakak dan gelarnya, ada nggak satu detik?

"Kuliah empat tahun, nggak ada satu detik Kakak udah, sah, jadi sarjana, Mah," kata kakak dengan senyum di bibirnya. Aku hanya tertawa ringan, lalu menjawab sambil memindahkan posisi tali topi toga, "ih, kakak lupa pindahin tali toganya ke sebelah kanan."

Aku dan kakak pun tertawa bersama, "iya, kakak sampe lupa," jawabnya.

Baca Juga: Mengembangkan Jiwa Wirausaha di Masa

Hal Positif dari Wisuda Virtual

Segala sesuatu ada hal positif, negatif, atau kelebihan dan kekurangan. Tapi aku mau membahas hal positif saja. Agar vibrasi yang didapat juga hanya hal yang positif. Selain tentunya untuk menghibur diri. 
Huhu akhirnya nggak tahan juga nangis, deh. Sebetulnya sedih banget.

5 Hal Positif dari Wisuda Virtual:

1. Mendukung program pemerintah untuk memutus mata rantai Covid-19

2. Tidak mengeluarkan biaya transportasi ke kampus kakak

3. Tidak membeli baju gamis dan batik untuk aku, kakak, dan suami

4. Tidak mengeluarkan biaya untuk make up di salon

5. Pekerjaan rumah tangga seperti mencuci dan beberes rumah tidak tertunda

Soalnya selesai wisudaan kakak, siangnya bisa cuci baju, ke dapur, sama sapu-sapu lantai rumah.

Baca Juga: Tetap Produktif Meski Diam Di Rumah

Selamat ya, Kak untuk Kelulusannya

Wisuda daring pertama
Foto Bersama Sesaat Setelah Kakak Wisuda

Waktu pas wisuda daring pertama kalinya untuk Unsika kakak kemarin Senin. Aku nggak ngucapin selamat ke kakak. Nggak kuku akutu. Masa suasana suka cita jadi mengharu biru. Asli, hari itu tuh, mata, senyum, tawa, dan hati nggak kompak.

Jadi, lewat tulisan panjang ini, aku mau ucapkan selamat untuk wisuda kelulusan sarjananya kakak. Semoga ilmu yang didapat selama kuliah, bermanfaat untuk kemaslahatan umat. Segala apa yang dicita-citakan tercapai. Aamiiin.

Dan dengan helaan nafas lega. Aku mengucap syukur atas semua nikmat apapun itu yang telah diberi oleh Allah. 

Semoga cerita wisuda daring pertama ini bisa menjadi kenangan seperti halnya foto ya, Kak. 

Wednesday, March 10, 2021

6 Perbedaan ODOP Blogger Squad Tahun 2020 dan Tahun 2021

March 10, 2021 2


Komunitas Blogger ODOP

Sudah tahun kedua aja bergabung di ODOP Blogger Squad. Terasa banget perbedaan suasana grup antara tahun lalu dan tahun ini. Terlebih materi tentang blog yang lebih matang dan mantap dibanding tahun sebelumnya.

Baca Juga: Ilmu dari Blogger Squad ODOP

Berikut 6 Perbedaan Grup ODOP Blogger Squad Tahun 2020 dan 2021:

1. Syarat Bergabung

Kalau tahun lalu, syarat bergabung dengan dengan grup Blogger dari ODOP ini, adalah niat belajar bersama paling utama. Kemudian di dalam perjalanannya barulah menentukan dan memilih niche blog. Meningkat lagi di pertengahan tahun, para PJ mewajibkan para pesertanya untuk membuat blognya menjadi TLD.

Maka tahun ini, syarat bergabung yang menurutku dikhususkan untuk blogger pemula ini adalah, mewajibkan para pesertanya untuk membuat blognya TLD terlebih dahulu sebelum kelas dimulai.

Baca Juga: Template Blog Kudu SEO Bikin Aku Merem Melek

2. Melatih Kekonsistenan Menulis

Kalau tahun kemarin, hampir setengah tahun setiap peserta diminta untuk konsisten menulis dengan tema yang sudah diberikan oleh tim PJ. Dan temanya itu seputaran masalah keseharian.

Nah, tahun ini tema juga sudah ditentukan oleh PJ. Tapi, pas awal dimulai kelas ODOP ini, kita para peserta sudah diwajibkan menulis sesuai SEO.

Jumlah kata yang ditulis pun meningkat, dari 300 kata menjadi 500 kata untuk kelas ODOP Blogger Squad tahun ini. Menurut penjelasan para PJ, 500 kata adalah jumlah minimal agar tulisan kita dapat terdeteksi oleh Babang Google.

Baca Juga : 9 Alasan Ngeblog Ala Desi Corner

3. Semakin Berkelas

Tahun ini, kelas blog yang diadakan oleh ODOP materinya semakin berbobot dan sistematis. Terasa makin berkelas ODOPku sekarang. Bangga bisa bergabung dengan para pesertanya yang sebagian besar sudah blogger profesional tapi masih mau belajar bareng dengan aku yang masih pemula ini.

Ini materi yang kuterima dari kelas Blogger ODOP selama dua bulan ini:

- Panduan Cara Membuat Blog Menjadi TLD

Mbak Marita memberikan penjelasan melalui Blogspedia untuk Blogpspot dan Mbak Jihan untuk Wordpres tentang cara membuat blog menjadi TLD bagi peserta yang baru membeli domain. Tenang, disini para PJ dan peserta yang sudah berpengalaman memasang TLD blog, siap membantu para peserta yang kebingungan memasang TLD meski materi sudah diberikan. Tanya jawab seputar pemasangan TLD ini terbuka 24 jam. Bebas merdeka sampai mengerti.

Baca Juga : Rasanya Memasang TLD di Blog

- SEO Onpage 

Materi ini diberikan oleh Mbak Jihan pada saat kelas dimulai. Berbeda dengan kelas blog ODOP tahun lalu dimana materi SEO ini diberikan hanya melalui obrolan dalam grup bukan dalam bentuk materi utuh. 
Tuh kan, makin keren kan, kelasnya.

Mengapa materi SEO diberikan di awal kelas? Menurutku sih, materi ini diberikan di awal agar kami, para anggotanya kelak terbiasa menulis sesuai kaidah SEO. 


- Memasang Google Analytics (GA) 

Memasang GA setelah blog menjadi TLD  adalah tugas berikutnya. Lagi-lagi di materi ini, kami dijelaskan secara detail oleh Mbak Marita. Mulai dari cara memasang sampai cara membaca GA tersebut. 
Pusiiiiing ๐Ÿ˜€

- Searching keyword 

Searching keyword ini sebagai turunan dari materi SEO. Di materi ini, Mbak Jihan menjelaskan cara mencari keyword agar saat penulisan secara SEO dapat terlacak oleh google. Yaa, agar kami para pesertanya dapat seperti para PJ ODOP Blogger Squad yang tulisannya bisa mejeng di page one google.

 
Shopping ilmu di ODOP Blogger Squad

4. Kick masih Berlaku

Kalau nggak pakai sistem perkick-an ini, nggak kelihatan peserta yang serius sama yang nggak. Kalau nggak ada kick, alamat tugas yang diberikan oleh para PJ nggak bakal diseriusin oleh pesertanya. Secara kalau nggak mengerjakan tugas toh, para peserta tetap stay di dalam kelas. No problemo.

Bagaimana tujuan para PJ dapat tercapai kalau para peserta yang tidak serius tetap berada di dalam kelas. Sayang kan, para PJ yang sudah menyiapkan dan memberikan materi dengan maksud agar para peserta kelas blog dapat maju menjadi blogger profesional tapi tidak diseriusin oleh para pesertanya.

Jangan tiru macam aku tapinya, ya. Mengerjakan tugas mefet DL.

5. Tanam Link

Kalau nggak salah ingat, kegiatan tanam-tanam backlink yang diberikan oleh Mbak Jihan itu menjelang akhir tahun 2020. Tapi di kelas ODOP Blogger Squad tahun ini, tanam link diberikan di awal belajar. Sedikit-sedikit kasihnya. Tapi buat peserta baru masih tanda tanya tentang tanam link ini.

Mbak Jihan bilang ini kejutan. Dan aku pun nggak akan memberikan informasi lebih jauh tentang link-link yang diberikan oleh tim PJ ini. Siapa tahu aku juga salah duga tentang link yang mungkin akan menjadi materi di pertemuan berikutnya.

6. Setor Angka DA

Setor angka DA adalah tugas minggu ini. Kalau tahun lalu, angka DA didapat di pertengahan tahun setelah domain menjadi TLD. Lalu di akhir kelas yaitu akhir tahun, PJ memberitahukan kembali perolehan angka DA yang diraih para peserta.

Alhamdulillah, blog yang aku buat untuk mengikuti kelas blog dari ODOP ini sekarang mendapat angka 13. Semoga seiring berjalannya kelas ODOP Blogger Squad ini, DA-ku bisa mencapai angka para master atau PJ. Aamiiin.

Bagaimana Sahabat Desi's Corner? Seru, kan, kelas ODOP Blogger Squad yang aku ikuti ini? Setiap obrolan di dalam grup atau kelas kalau tidak ada materi pun, daging semua. Aku mah, cuma bisa nyimak sambil mencatat. Apalagi kelasnya gratis, gretong, free, alias kagak bayar.

Terima kasih ODOP sudah mengadakan kelas untuk aku yang pingin banget jadi blogger profesional. Semoga ODOP selalu senantiasa berbagi tanpa pamrih. Menebar manfaat dan memasyarakatkan literasi.







Wednesday, March 3, 2021

Kenapa Menulis di Blog? Simak 9 Alasan Ngeblog Ala Desi's Corner

March 03, 2021 22

Alasan ngeblog desi

Nggak tahu sudah yang keberapa kalinya menulis tentang alasan ngeblog. Tapi setiap dibaca ulang. Poin-poin yang sudah pernah ditulis, ada saja yang berubah. Itu pertanda tujuan menulis di blog mengikuti perubahan pola berpikir yang ada.

Soalnya menurut sumber bacaan yang kudapat itu bilang, kalau kerangka berpikir kita itu berubah setiap hari. Terlebih aku mengikuti beberapa grup komunitas menulis. Mau tidak mau setiap informasi juga pengalaman yang kudapat, berpengaruh pada kerangka berpikirku. Akhirnya kerangka berpikir itu mengubah pola pikirku pada alasan ngeblog yang akan kutulis sekarang ini.

Baca Juga: Jemari Menari di Atas Keypad  

9 Alasan Ngeblog ala Desi's Corner:

1. Merekam Cerita

Poin pertama ini kudapat ketika musibah jatuhnya pesawat Sriwijaya Air awal tahun 2021. Peristiwa yang membuatku akhirnya mengikuti berjuta netizen untuk melihat kehidupan beberapa penumpang sebelum menjadi korban jatuhnya pesawat tersebut.

Melalui media sosial aku dapat melihat masa dimana hidup sang pilot, seorang ibu dan tiga anaknya yang memasang live story di IGnya, seorang youtuber dengan caption terakhirnya, sepasang pengantin baru yang hendak merayakan hari bahagianya, dan masih ada beberapa cerita penumpang lainnya yang sengaja kucari media sosialnya.

Dari kisah hidup para korban tersebut itulah, aku pun ingin membuat cerita tentang siapa diriku. Terutama ketika aku tidak ada dunia lagi. Aku ingin orang yang kukenal di dunia maya ataupun tidak, dapat membaca kisah kehidupanku.

Itulah alasan mengapa aku memilih blog sebagai sarana untuk merekam cerita hidupku. Agar aku dapat menulis sepanjang yang aku bisa. Kan, kalau blog panjang katanya unlimited.

2. Jangkauan Pembaca Lebih Luas

Selain kalimat yang bisa ditulis bisa sepanjang yang kumau. Pembacanya juga unlimited alias bisa menjangkau pembaca di mana saja. Tapi ya gitu, akunya kudu rajin update tulisan, menulis sesuai SEO, share ke medsos, atau lebih gampangnya sering-sering membranding diri gitu. Biar dikenal kalau akutu seorang blogger.

Baca Juga: Content Plan Agar Isi Blog Menjadi King

Why blogging

3. Berbagi Cerita

Setiap orang mempunyai cerita menarik dalam hidupnya. Pasang surut, naik-turun, jatuh-bangun, berliku, menghadang badai, tertawa, sedih, gembira, semua ada, kayak permen nano-nano.

Mungkin ceritaku sepele dalam pandanganku. Tapi belum tentu bagi sahabat Desi's Corner yang lain. Geer dikit bolehlah, ya (serasa ceritaku menarik aja nih ๐Ÿ˜‹).

Soalnya kalau aku membaca cerita blog teman-teman. Aku suka manggut-manggut. Oh, mirip nih, seperti masalah yang pernah kuhadapi. Ternyata aku ada temannya.

Jadi suka aja kalau berbagi cerita. Ya, kali aja pembaca yang membaca tulisanku, mendapat pencerahan gitu. Pede beud dah, ya, aku.

4. Berkaca

Ngeblognya sih, sudah lama. Tapi bolak-balik ganti blog. Secara bikin blog kalau dibutuhkan buat ikut kelas menulis saja. Begitu kelas bubar, menulis di blog ikutan wasallam. Semoga blog kali ini bertahan dan konsisten diisi seminggu sekali. Aamiiin.

Meski blog ini baru berusia setahun lebih sedikit. Meski tulisan yang dihasilkan belum banyak. Juga jumlah katanya masih di bawah standar alias banyak yang nggak sampai 500 kata.

Tapi cerita yang ditulis berdasarkan pengalaman sehari-hari ini, sudah mampu membuat aku berkaca. Terkadang kalau lagi butuh semangat. Aku suka membaca cerita yang kutulis sendiri.

Hasilnya lumayan kena dihati. Semacam buka kamus atau contekan kalau lagi ulangan. Kan, cerita hidup mah, berputar disitu-situ saja. Ya, seenggaknya jadi ada gambaran aku harus bertindak bagaimana gitu. Paling banter kalau berbuat keliru jangan sampai jatuh dilubang yang sama.

5. Menghilangkan Kekepoan Diri

Sebagai calon blogger profesional (Aamiiin). Jiwa kekepoan dalam diri itu kudu ada. Karena dari rasa kepo tersebut, aku jadi punya bahan untuk ditulis.

Nih, aku dapat info dari Babang George Loewenstein yang menemukan teori Information Gap pada tahun 1994. Babang George dari Universitas Carnegie-Mellon ini menyimpulkan teorinya kalau rasa ingin tahu itu muncul dari adanya information gap.

Apa itu information gap?

Information gap itu adalah pada waktu kita terima informasi, tapi informasi yang didapat nggak lengkap atau tidak benar.

Misal nih, akutu penasaran sama kata orang-orang zaman nenek-kakeknya ibu dan bapak. Katanya kalau nggak bangun pagi, rezekinya bakal dipatok ayam.

Lah, coba itu. Kudu dicari tahu pembahasannya secara keagamaan ini. Atau mungkin ada bukti ilmiahnya?

Tuh kan, dapat bahan tulisan. Biar nggak ada information gap di antara kita, gitu.

Baca Juga: Green Jobs Peluang Kerja Anak Muda

6. Biar Nggak Pikun

Sahabat Desi's corner tahu, nggak, kalau ada sebuah studi yang dimuat di jurnal Neurology, American Academy Neurology bahwa aktivitas menulis itu melibatkan peran otak. Nah, aktivitas ini bikin kita terhindar dari gangguan memori alias pikun.

Inilah alasan ngeblog yang juga penting buatku. Biar nggak pikun. Secara kan, lama aku tinggal di bumi sudah mau mencapai setengah abad. Dan itu dua tahun lagi bo'. Jadi, kudu dilatih kekonsistenan dalam menulis ini. Maklum dah, menulisnya masih mengikuti mood.

7. Membuat Pertemanan

Asal muasal aku bergabung dengan ODOP dikarenakan aku bergabung dengan grup kepenulisan yang digawangi oleh Teh Indari. Dari grup TNB (Tips Nulis dan Bisnis) aku tahu tentang ODOP. Sampai akhirnya setelah sekian tahun berkecimpung di dunia tulis-menulis ini. Aku berkesempatan belajar di Blogspedia yang digagas sekaligus dimentori oleh Mbak Marita.

Alhamdulillah, sekarang aku semakin banyak tahu tentang komunitas menulis. Sekarang pun aku tergabung di lebih tiga komunitas menulis.

Semakin banyak teman, semakin terbuka rezeki yang bakal aku dapat.

8. Bikin Hati Bahagia

Sahabat Desi's corner yang perempuan tahu dong. Kalau kaum kita itu biasa mengeluarkan kata kurang lebih 20.000 per hari. Itu kalau ada lawan bicaranya.

Lah, aku mah, ibu rumah tangga yang sering diam di rumah sendirian selagi suami bekerja. Terus pelampiasan 20.000 kata itu, masa ngomong sendiri?

Nah, daripada stress nggak ada lawan bicara. Mending ditulis aja segala uneg-uneg di hati di blog. Kalau sudah dikeluarkan segala yang mengganjal di hati, rasanya dada tuh, jadi plong. Terbebas dari yang bikin hati resah, gamang, galau, dan teman-temannya.

Tenang, aku menulisnya nggak curcol banget, kok. Curhatnya masih pantas dibaca untuk khalayak umum. Wah, semakin kebuka deh, kenapa aku suka menulis di blog sekarang.

9. Mengisi Waktu Luang untuk Hari Tua

Sahabat Desi's corner sudah ada yang menyiapkan aktivitas untuk hari tua nanti? Jangan tabungan saja yang disiapkan. Aktivitas juga harus sudah mulai dipersiapkan dari sekarang.

Entah itu berkebun, crafting, menjahit, menyulam, merajut, dan masih banyak lagi. Nah, kalau aku selain kegiatan menulis yang sedang kupupuk sekarang. Aku juga belajar crafting. Maksudnya sih, kalau lagi kena writing blog, ada refreshing. Kali aja pas lagi crafting terus ada ide menulis lewat.

Begitu deh, alasan ngeblog ala Desi's corner untuk saat ini. Nggak tahu deh, besok, lusa, atau entah kapan alasan aku menulis di blog bakal berubah atau bertambah. Siapa tahu nanti alasan ngeblog bakal bertambah jadi sepuluh poin, yaitu mendapatkan penghasilan lewat blog. Aamiiin. 

Sekarang mah, yang ada, konsisten isi blog sama tulisan saja dulu. Biar hasilnya nanti yang membuktikan usaha dari kekonsistenanku itu.

Jadi, kalau alasan ngeblog sahabat Desi's corner apa, dong? 








Saturday, February 20, 2021

Peluang Kerjanya Anak Muda Abad 21? Ya, Green Jobs

February 20, 2021 0


peluang kerja anak muda

Wahai anak muda yang milenial. Tahu dong, kalau sekarang lagi ngetrend kata Green Jobs. Apalagi kata yang lagi ngetrend tersebut dapat menjadi peluang kerjanya anak muda macam kalian.

Ah, apalah daya daku, cuma mamak-mamak yang dua tahunan lagi ketemu angka setengah abad (insha Allah). Cuma bisa menumpuk barang-barang di kamar belakang sehingga penampakannya seperti tempat penampungan "rongsokan".

Tolonglah mamak ini anak muda. Mamak butuh ide kreatif kalian agar barang-barang yang menumpuk di rumah bisa bermanfaat lebih untuk rumah tangga mamak. Sukur-sukur bisa jadi fulus yang berkesinambungan ๐Ÿ˜‹

Mamak butuh sentuhan kalian yang selalu berpikir out of the box. Masa mamak cuma bisa mengalih fungsikan kaleng bekas biskuit menjadi pot buat tanaman cabai, botol bekas jadi vas bunga, atau tutup galon buat tempat sampah (planning), karung beras dibuat menjadi tas belanja. Lalu karton bekas cuma bisa diberikan pada petugas kebersihan komplek biar bisa dijual ke pengepul.

Mamak yakin, semua barang-barang hasil rumah tangga macam mamak punya, pastinya setiap rumah tangga juga punya. Kalau banyak pelaku rumah tangga yang sadar bisa memanfaatkan barang-barang yang sudah disebutkan di atas. Mungkin sampah nggak bakal menumpuk setinggi gunung.

Green jobs karya rumahan
Sumber gambar: Karya pribadi, dari kiri ke kanan (pot kaleng, kain perca, dus bekas, plastik bekas kemasan bubuk minuman, cup mie instan, karung beras, kemeja tidak terpakai) 

Apalagi mamak menemukan dari Jurnal Teknologi Kimia UNIMAL, Vol 6, No.1 (2017), yang secara garis besar katanya, perlu dilakukan penelitian atas limbah kaleng minuman aluminium yang kemungkinan dapat dijadikan sumber energi terbarukan untuk masa depan.

Dari yang mamak baca pula, penelitian dengan katalis kalium hidroksida (KOH) terhadap kaleng minuman berbahan aluminium tersebut akan didapat energi yang namanya gas hidrogen.

Mari kita doakan semoga penelitian para ilmuwan Indonesia membuahkan hasil secepat mungkin. Biar negara kita, nggak selalu bergantung dengan bahan bakar dari fosil saja.

Eh, mamak juga menemukan artikel dari Media Indonesia, 14 Oktober 2017, tentang empat orang anak muda yang kuliah di UGM, lho.  Nah, empat orang mahasiswa itu membuat lampu dengan tenaga surya dari kaleng.

Memang sih, lampu dari kalengnya cuma bisa digunakan pada siang hari. Tapi mereka pada saat itu sedang mengusahakan bagaimana Solacan, lampu kaleng tersebut diberi nama dapat dipasangi solar cell, sehingga bisa digunakan pada malam hari.

Sayangnya investor kurang minat dengan karya anak bangsa ini. Jadi, setelah tahun 2017 itu, mamak nggak menemukan artikel tentang perkembangan pengolahan limbah kaleng tersebut.

Hal yang sama dengan penelitian kaleng yang akan menjadi Solacan. Mamak juga nggak menemukan kembali artikel lanjutan sampai dimana perkembangan penelitian gas hidrogen yang terbuat dari limbah kaleng bekas minuman tersebut.

Peluang Usaha Nggak Ada Matinya, ya, Green Jobs

Koaksi.id
Sumber gambar: Koaksi Indonesia

Wahai anak muda penerus bangsa yang pintar dan unyu-unyu. Ayo kita bekerja sama lintas generasi. Gerakkan kami bila kalian anak-anak muda mempunyai ide cemerlang.

Mungkin saat ini kami para perempuan paruh baya baru bisa membuat tas anyaman dari kantong plastik, bungkus sachet kopi dan lainnya menjadi dompet, atau mendekor ulang kaleng dengan cat.

Kami para ibu rumah tangga hanya bisa mengedukasi keluarga bagaimana menghemat energi, baik itu listrik dan air. Judulnya, kami para ibu rumah tangga baru bertindak sampai sebatas go green.

Tapi bila pengolahan limbah ditangan kalian, anak-anak muda. Bisa jadi melebihi penelitian-penelitian yang sudah disebutkan di atas tadi.

Terlebih di masa pandemi seperti ini. Seharusnya limbah yang sering dibilang kotor dan tidak bermanfaat. Bisa dijadikan peluang bisnis bagi kalian para pemuda. Harapannya sih, pekerjaan ramah lingkungan ini kalau bisa dapat menyerap tenaga pekerja yang terdampak PHK akibat pandemi gitu. 

Peluang usaha ramah lingkungan ini menurut Laporan World Economic Forum bahwa transisi hijau di tiga sistem sosio-ekonomi yaitu pangan, pemanfaatan lahan dan laut, infrastruktur dan lingkungan buatan, serta energi dan industri ekstraktif dapat menghasilkan peluang bisnis senilai US$ 10,1 triliun dan 395 juta lapangan pekerjaan pada tahun 2030.

Tuh, kan, peluang bisnisnya gede untuk yang bahan baku yang dipandang menjijikan dan nggak berkelas ini.

Ini mamak dapat petunjuk dari Koaksi Indonesia tentang peluang bisnis buat kalian anak-anak muda yang kreatif dan penuh energi. Barangkali saja langsung dapat ide setelah melihat beberapa usaha yang berkonsep hijau dan ramah lingkungan ini.

Contoh Green Jobs:

1. Ecopreneur
2. Eco Design Architect
3. Eco Fashionpreneur
4. Electric Car Technician
5. Energy Startup
6. Organic Foodpreneur
7. Solar Panel Technician
8. Urban Farmer
9. Waste Management Startup

Gimana? Mamak yakin, kalian para anak muda pasti ada yang langsung klik ketemu ide pas membaca contoh pekerjaan ramah lingkungan ini, kan?

Sudah deh, langsung cuzz eksekusi saja kalau sudah ada yang klik. Mamak tinggal duduk manis siap berpartisipasi, sambil terus menanam cabai di pot kaleng bekas biskuit.

Mamak yakin istilah green jobs dari ILO (International Labour Organization) bukan hanya sekadar menjadi bacaan semata. Dan mamak yakin, kalian para pemuda dapat memberikan manfaat untuk sesama pemuda atau remaja, petani, penduduk desa dan penduduk perkampungan miskin melalui pekerjaan ramah lingkungan ini.

Baiklah anak muda, aku merasa puas sebagai mamak telah mengeluarkan semua uneg-uneg tentang green jobs ini.

Yuk, kita bantu pemerintah dalam menciptakan perekonomian yang ramah lingkungan ini serta rendah karbon. Hanya dengan peran serta kalian para pemuda maka bangsa akan mencapai ekonomi yang lebih baik lagi bagi rakyatnya.


Tuesday, February 16, 2021

Mengekspresikan Diri Lewat Tulisan dengan Teknik Doodle Art

February 16, 2021 0

Eflyer conference hexagon city

Kemarin aku mengikuti rangkaian acara Hexagon City Virtual Conference tentang mengekspresikan diri menulis dengan teknik doodle art.

Acara yang diwadahi oleh Institute Ibu Profesional, khususnya perkuliahan Bunda Produktif ini diisi oleh teman satu tim Co Housing 1 Literasi Bahasa, yaitu Mbak Wildaini Sholihah.

Judul yang menarik hati "Binar Oretan Belajar" membuatku ingin mengetahui maksud dari kata "Oretan" tersebut.

Pagi itu, gerimis belum juga jeda dari kemarin. Bikin aku mager mencuci. Setelah menyiapkan sarapan. Aku duduk santai dengan setengah rebahan di kursi ruang tamu yang juga sekaligus ruang untuk menonton tv. Sambil melihat-lihat kabar terbaru dari grup wa, FB, dan IG lewat gawai.

Masih ada waktu satu jam sebelum acara Live On Youtube dari Hexagon City. Jemariku dengan lincah berpindah dari satu grup ke grup lain untuk membaca chat semalam. Entah bila gawaiku tidak disetting silent. Mungkin sampai lewat tengah malam notifikasi gawaiku tidak berhenti berbunyi.

Kupilih grup komunitas yang perlu dibaca pagi. Takut ada pengumuman penting. Salah satunya ya, dari grup HIMA. Grup dimana aku berada dalam wadah Perkuliahan Bunda Produktif.

Benar saja, pengumuman disampaikan oleh salah satu pengurus HIMA. Disebutkan bahwa jurnal Zona O pekan ke-2 harus dikumpulkan Selasa, 16 Februari dengan batas akhir pengumpulan pukul 15.59.

Membaca kurang lebih tiga grup komunitas sebelum akhirnya acara yang dibawakan oleh Mbak Wilda pun dimulai.

Baca Juga: Blogger Squad ODOP Jadi Agen Penulis

Menulis dengan Teknik Doodle Art

Doodle art itu apa, sih? Hasil dari browsing sana-sini, ternyata definisi doodle itu nggak ada yang pasti. Kalau aku simpulkan kurang lebih jadi begini, "doodle art itu seni menggambar yang spontanitas dan langsung dituangkan di atas kertas. Hasilnya pun abstrak dan acak. Tidak ada makna tertentu dari hasil gambarnya tersebut."

Menurut yang aku baca dari wikipedia. Biasa tuh, kita mencoret-coret apa yang ada dipikiran kita kalau kita sedang melamun lalu berimajinasi.

Seperti murid yang tidak memperhatikan guru sedang mengajar. Lalu murid tersebut membuat coretan tidak berarti di balik buku atau sudut lembaran kertas buku pelajarannya.

Bisa juga kalau sahabat Desi's corner perhatikan. Seseorang yang sedang berbicara di telepon dalam waktu cukup lama. Kita bisa melihat dia sedang mencoret-coret di atas kertas dengan hasil gambar abstrak.

Kalau arti doodle art seperti di atas. Berarti aku selama ini sudah melakukannya dong ๐Ÿ˜‚. Dulu waktu masih kerja, pas lagi telepon, suka banget tulis nama sendiri yang diukir-ukir gitu. Emang nggak jelas, sih, itu gambar apaan. Ya, kayak anak kecil corat-coret di tembok gitu, deh.

Nah, seperti Mbak Wilda nama panggilan Wildaini Sholihah dalam live on youtubenya bilang kalau doodle art itu nggak ada pakem salah atau betul. Doodle art itu imajinasi. Jadi kita bebas menuangkan segala macam bentuk yang ada di dalam kepala kita ke atas kertas.

Malah kalau bisa langsung saja gunakan pulpen jangan pensil. Dengan menggunakan pulpen, mindset kita akan terpaku bahwa apa yang sudah dibuat tidak dapat dihapus atau dicoret.

Hasil coretan dengan pulpen justru membuat kita berpikir kreatif untuk memaksimalkan gambar yang ada.

Seperti gambar di bawah ini. Doodle art pertama yang kubuat ini menggunakan pulpen di atas kertas bekas. Sebelum menggambar, aku menentukan tema terlebih dahulu. Yaitu, taman baca/buku/perpustakaan.

Teknik doodle art

Inilah kelebihan doodle art. Tidak perlu pandai menggambar, tidak perlu kursus melukis dulu. Langsung aja cuzz corat-coret mengikuti gerakan tangan.

Mbak Wilda bilang, "nggak perlu takut untuk memulai sesuatu yang baru. Pola berpikirnya harus yakin dulu. Doodle art itu kan, seni. Nggak ada pakem salah atau betul dalam sebuah seni."

Lihat bagian tulisannya, deh! Harusnya kan, kata kedua di tulisan itu nggak tumpang tindih. Tapi karena perhitungannya nggak tepat pas menulis, akhirnya kekurangan space. Terus aku akalin kan, jadi deh tulisannya bertumpuk gitu.

Seandainya alat tulis yang digunakan saat itu adalah pensil. Pasti hasil akhir tulisannya nggak seperti itu. Udah aja hapus tulis, hapus tulis nggak kelar-kelar sampai dapat hasil yang memuaskan.

Baca Juga: Tetap Produktif Meski Diam di Rumah

Impact Doodle Art

Corat-coret bebas lepas tanpa aturan ala doodle art ini ternyata dapat memberi impact pada diri. Seperti yang dijelaskan oleh Mbak Wilda yang berprofesi sebagai guru ini.

Impact doodle art

Impact dari mempraktikan doodle art sebagai berikut:

1. Menjadikan diri sebagai pembelajar

Sebagai pembelajar, doodle art menjadikan hasil belajar kita lebih bervariasi. Menghilangkan kejenuhan dengan berkreatifitas dan berselancar di alam imajinasi kita.

Visual reminder

Tempel hasil doodle di dinding, lemari, atau tempat yang mudah terlihat sebagai reminder kita akan target yang telah dibuat. Kalau aku mah, membuat dream board lalu ditempel di dinding kamar.

Meaningful learning

Tidak ada ilmu yang sia-sia. Semua ilmu meski kita asing pada awalnya. Tetap suatu saat nanti pasti akan berguna. Terlebih lagi dengan ilmu tersebut kita bisa berbagi.

2. Sebagai seorang ibu, 

Doodle art dapat dijadikan sarana belajar bareng anak. Mengasah imajinasi anak dengan menuangkannya di atas kertas. Mungkin saja kita sebagai orang tua dapat mengetahui minat dan bakat anak dari membaca hasil gambar doodle art tersebut.

Sedangkan sebagai seorang istri impact doodle art dapat dijadikan family project. Diskusikan dengan suami dan anak akan menggambar apa. Nantinya gambar dikerjakan di atas kertas berukuran besar, dikerjakan bersama, dan dapat dijadikan hiasan dinding.

3. Manfaat doodle untuk personal:

Self healing

Segala kegalauan, keresahan, kebingungan dapat dituangkan dengan menggambar atau menulis bergaya doodle. Sehingga beban yang dirasa dapat lepas dengan corat-coret tanpa makna tersebut.

Aku sudah coba. Saat ngedoodle, pikiran teralihkan ternyata. Setelah lihat hasilnya. Ya, lumayanlah, kayak anak TK menggambar abstrak.

Visual Notes

Cocok buat yang orang yang pelupa macam aku, nih. Makanya aku buat notes penting didalam buku. Seperti ide menulis, hasil webinar, review buku sebelum dituangkan ke dalam blog, dan masih banyak lagi.

Self to do

Nggak jauh berbeda dengan visual notes. Self to do juga merupakan catatan yang ditulis sebagai acuan jadwal kegiatan kita.

Baca Juga: Content Plan agar Isi Blog Menjadi King

Ternyata menggambar dan menulis atau corat-coret dengan teknik doodle art seru juga. Sahabat Desi's corner wajib coba juga, nih.