Cari Passion, Yuk!

Foto: Canva

Ini nih salah satu yang harus dibiasain sama pasangan suami istri, yaitu ngobrol. Sebab apa ngobrol itu penting? Karena ngobrol itu salah satu tiang keluarga, nggak maksa, kan? Heuheu

Topik ngobrol bisa apa aja, nggak usah dicari. Ini mah pasti ketemu. Seperti pagi ini. Sang istri yang sudah selesai menyiapkan sarapan, datang menghampiri sang suami yang baru saja selesai berolah raga jalan pagi keliling komplek.

Terlihat sang suami sedang duduk santai menonton tv di ruang depan. Sambil meletakkan cangkir kopi dan biskuit di atas meja. Dimulailah obrolan pagi yang dipancing dengan salah satu berita di tv. Dengan maksud agar tujuan yang sudah diincarnya dapat terlaksana.

I: "Tuh, Pah. Kayak gitu."
Sang istri menunjuk tayangan tv dengan memajukan dagunya.

Sebuah tayangan berita tentang hobi yang akhirnya bisa mendatangkan penghasilan. Yaitu, membudi dayakan ikan koi di daerah Sumedang, Jawa Barat.

I: "Keren, kan? Berawal dari modal lima puluh rebu doangan itu, Pah. Liat, tuh!"

Sang suami pun fokus melihat Kepala Desa yang sedang diwawancara oleh reporter tv, tentang warganya yang menjadi inisiator budi daya ikan koi dengan motif unik tersebut.

I: "Selain bawa manfaat, tuh bapak juga bawa manfaat buat warga kampungnya. Jadi, banyak yang ngikutin. Kan, jadi bagi ilmu dan rezeki juga, tuh bapak. Berkah dah buat semua."

Fokusnya sang suami pada berita di tv tersebut. Membuat sang istri melanjutkan bicara. Pastinya apa yang diomongin sang istri, dicerna oleh sang suami, dong.

I: "Gimana, Pah? Udah ketemu passion kamu belum? "

Sang suami cuma menggelengkan kepala. Padahal obrolan tentang passion ini bukan topik baru. Passion ini ada hubungannya dengan keinginan sang suami untuk mengisi kegiatannya di hari saat pensiun tiba. Sukur-sukur kalau passionnya tersebut bisa menghasilkan. Sang istri sangat berharap obrolan kali ini bisa berhasil membuat sang suami mau mengikuti tes yang sudah beberapa kali ia tawarkan.

I: "Mau coba tes bakatnya sekarang, yah? Kan ntar dari hasil tes itu, kamu bakal tau punya bakat apa yang bisa didalemin. Cari passion kan butuh waktu yang nggak sebentar."

S: "Iyah, ntar."

Jawaban yang sama setiap ngobrolin passion. Asli, sang istri sebetulnya kesal. Heran, kenapa sih susah banget isi questioner? Cuma menyisihkan waktu sebentar doang, tapi hasilnya bakal mengubah masa depan. Ya, balik lagi sih, yang namanya peduli kan harus sabar. Kalau sekarang belum berhasil membujuk sang suami mencari passion. Nanti dicari waktu lagi yang tepat untuk mengajaknya mengikuti tes temu bakat ini.

#ODOP
#komunitasodop
#SquadBloggeODOP
#mingguke-6








Komentar

  1. Sama banget nih. Saya biasanya agak susah menyarankan ke suami tentang sesuatu. Dianya anteng, kita sbg istri yg terlalu bersemangat. Haha.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Apa karena sayangnya banyakkan kita daripada suami? 😢😅😁

      Hapus
  2. Hmm sama, kenapa ya laki kebanyakan gitu? Apa karena tuntutan jadi kepala rumah tangga? Hihi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bisa jadi iyah. Egonya lebih gede dibanding cewek. 😬

      Hapus
  3. Bapak-bapak gak tertarik emang sama tes tes kayak gitu. Biasanya mereka lihat praktisnya, si istri yang nyodor2in tes bakat, udah ketemu belom passionnya? Udah ngelakuin apa setelah ketemu passionnya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Padahal ini demi masa depan kita juga sebagai istri huhu

      Hapus
  4. Kalau bisa menyalurkan passion trus menghasilkan uang itu seneng banget ya. Ikigainya tercapai.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ini sih harapan banget. Semoga cepat sadar dianya. Aamiiin.

      Hapus

Posting Komentar