Suami Istri mah Gitu

Foto: pixabay

Kali ini mau mengisahkan tentang sebuah rumah tangga yang sudah berjalan cukup lama tapi masih tetap harus beradaptsi. Yaitu tentang kebiasaan. Entah kebiasaan ini mulainya dari kapan. Sepertinya sih, terbentuk selama membina rumah tangga, deh.

Tetesan Air vs Lampu 

Lantai bebas dari tetesan air, entah karena sehabis mencuci tangan, wudhu, keluar dari kamar mandi adalah salah satu hal menjadi pemicu tanding kata. Terlebih bila lantai baru saja dipel. Sebisa mungkin tuh lantai dipertahankan kekinclongannya selama mungkin.

"Kan disitu ada lap tangan, Pah. Dilap yang kering kek tangannya, biar nggak netes-netes ke ubin."

Lap tangan warna hitam bergambar bunny dibagian gantungannya padahal melambai dari atas wastafel. Iya, lap tangan itu digantung di lemari kitchen set. 

"Tinggal dipel aja, sih. Lo juga kalau abis dari kamar mandi, lampunya gua yang matiin."

Dari situlah akhirnya suami dan istri yang sudah berumah tangga lama tersebut punya kebiasaan baru.

Tanpa banyak cakap, si istri bakal mengepel dengan kesetan kalau si suami meninggalkan tetesan air setelah mencuci tangan, wudhu, atau sehabis mandi. Sedangkan si suami bakal mematikan lampu kamar mandi kalau si istri lupa memadamkannya.

Bau Ketek vs Bau Kaki

Rumah minimalis mah gitu. Ruang tamu berfungsi sebagai ruang kumpul keluarga juga. Kursi tamu pun berfungsi sebagai kursi santai. 

Peraturan tidak tertulis dalam rumah dengan susunan kursi letter L adalah posisi kursi panjang menghadap tv adalah kursi kebangsaan si istri. Sedang si suami memilki "kedudukan" di kursi pendek dekat pintu keluar depan jendela. Walaupun terkadang mereka saling bertukar posisi duduk dengan kesepakatan.

Semilir angin dari pintu yang terbuka sedikit menambah sejuk ruang tamu. Nggak enaknya adalah kalau si suami mengangkat kaki lalu disandarkan pada pegangan tangan kursi. 

"Bau, Pah!"

"Nggak!"

"Lo kan nggak bisa cium baunya. Secara anginnya tuh ke arah gue."

"Ah, lo juga kalau duduk disini dan bau ketek, gue nggak protes."

"Lah, kenapa lo nggak protes?" jawab si istri nggak mau kalah. 

Demi tetap merasakan semilir angin dengan damai, akhirnya si suami pun menurunkan kaki. 


Hmm, sebenarnya masih banyak lagi sih kebiasaan-kebiasaan yang masih harus diadaptasi. Namanya juga berumah tangga. Belajar terus tanpa putus meski sudah puluhan tahun. Karena kebiasaan kita memengaruhi kebiasaan pasangan juga. Pasangan selalu mempunyai kekurangan. Tapi kekurangan itulah kita jadi saling melengkapi.

#ODOP
#odopbloggersquad


Komentar

  1. Baikan ngalah aja deh. Hahahhaaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Emang kudu ada yang ngalah haha. Tau kan siapa yang wajib ngalah heuheh

      Hapus
  2. Ini benar srklai. Kebiasaan2 yg memicu konflik antara aku dan suami bahkan lebih sepele lagi. Haha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tos samaan heuheu. Rumah tangga mah pasti kayak begitu. Ada aja yang didebatin. Padahal remeh temeh doang heuheu

      Hapus

Posting Komentar