Suami-Suami Tetangga #part2 (tamat)


                        Foto: sajian sedap

Mari kita lanjutkan rumpian sebelumnya tentang para suami tetangga di masa pandemik covid-19 ini. Apa sih sebenarnya yang mereka lakukan selama WFH alias Work From Home? Soalnya kan para istri disibukkan dengan urusan dapur buat jualan selain buat makan keluarga juga. Mungkin dari obrolan berikut teman-teman bisa menyimpulkan.

I: "Pah, tuh dikasih risol sama tetangga sebelah kanan. Suaminya yang bikin. Dia minta pendapat kita buat kelayakannya kalo dijual."

S: "Kemaren mereka juga kirim pie susu, yak? Itu enak tuh, Mah, pienya. Susunya berasa, pienya renyah."

I: "Iyah, pie susunya udah launching. Mereka titipin ke kantin deket sekolahan anaknya. Sekarang mereka minta pendapat kita buat risol isi sayur ini. Katanya nih kulit risol bikinnya pake susu bukan dicampur air putih biasa.

Sang suami mengambil satu buah risol yang disodorkan sang istri. Sang istri pun mengikutinya. Kini mereka terdiam, yang terdengar hanyalah suara mulut yang sedang mengunyah risol. Layaknya juri-juri masak di tv. Wajah mereka terlihat serius. Sebentar keningnya mengernyit kemudian bola matanya melirik ke atas. Kompak betul deh tuh suami dan istri. Terus nggak lama mereka saling manggut. Sepertinya komunikasi yang dilakukan mereka sudah tingkat tinggi. Cuma pakai bahasa tubuh heuheu.

I: "Gimana menurut Papah rasa risolnya?"

S: "Lumayan. Layaklah buat dijual. Kulit risolnya lembut, legit karena pake susu kali ya. Isinya banyak meski cuma wortel dan kentang. Ukurannya juga pas buat buka puasa, nggak kecil juga nggak gede."

I: "Sependapat."

Esoknya, tetangga sebelah kiri mengirim lumpia mini.

S: "Emangnya mamah kirim apaan ke sebelah, kok dapet lumpia?"

I: "Kirim bagelen yang tadi sore kakak bikin."

I: "Bikinan suaminya nih, Pah. Buat dititipin di kantin deket sekolah anaknya. Cobain, gih!"

Mereka berdua pun menikmati lumpia dengan isian campuran rebung dan entah sayuran apa. Rasa lumpianya enak, renyah, gurih, dan nggak terlalu berminyak juga.

Ah, suami-suami tetangga memang TOP, deh. Bisa bikin kue dan masak. Sang istri memang kagum dengan kemampuan yang tidak dimiliki oleh suaminya. Seandainya aja... Mulut sang istri berhenti mengunyah lumpia ketika mendengar apa yang diucapkan oleh suaminya.

S: "Besok Mamah nggak usah masak, ya. Kita beli pecel lele aja. Sekalian buat sahur juga."

Suami-suami tetangga memang bisa masak dan bikin kue. Tapi sang istri merasa bangga dan bahagia memiliki suami yang mengerti kegundahannya akan suami-suami tetangga itu.

#ODOP
#SquadBloggerOdop
#komunitasOdop


Komentar

  1. hehe bagus ide tulisannya kak :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Inspirsasi kisah nyata emang gampang. Cuma kudu jeli ngamatin aja heuheu

      Hapus
  2. Baik banget tetangganya.. 🙂

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah. Kita memang suka banget berbales kirim makanan ke tetangga. Jadi kayak oper²an piring 😅

      Hapus
  3. Suami-suami yang baiik 😊

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah, iya ini. Bisa jadi panutan klo jadi suami 😂😁

      Hapus
  4. Hahhaahah aku ngakak baca ini..
    ternyata menulis itu seruuu bgd ya budeee 😂😂😂

    BalasHapus
  5. Hahhaahah aku ngakak baca ini..
    ternyata menulis itu seruuu bgd ya budeee 😂😂😂

    BalasHapus
  6. Hahhaahah aku ngakak baca ini..
    ternyata menulis itu seruuu bgd ya budeee 😂😂😂

    BalasHapus

Posting Komentar