Buka Usaha di Tengah Pandemi? Begini Kiat-Kiatnya Agar Kamu Berhasil

 "Ti, besok gua ke gerai jus lo, ya?" 

"Iya, dateng aja. Kabarin kalo udah mau jalan ntar, yak. Jadi gua bisa duluan datengnya."

Begitulah percakapan aku dan adik bungsu perempuanku lewat WA Jumat minggu lalu. 


Adik perempuanku baru saja membuka gerai jus yang diberi nama Republic Cafe. Aku, suami, serta kakak berencana untuk mengunjunginya. Ya, sebagai bentuk support juga menengok usahanya. 


Nanti mau ngobrol dan tanya-tanya juga, alasan mengapa membuka usaha di saat orang-orang sedang mengencangkan ikat pinggang. Apakah peluang usaha di tengah pandemi dengan membuka gerai jus akan menguntungkan? 


Mungkin dari alasan adikku membuka usaha itu, aku mendapat ide jualan juga. Meski nggak gede seperti gerai jus, yang penting bisa buka usaha kecil-kecilan dirumah yang menguntungkan. 


"Ayo, Mah, kita berangkat? Enak, nih, kayaknya panas-panas gini minum jus," ucap suami meminta aku bersiap. 


"Iya, gua mah cepet dandannya. Tunggu bentar, yak. Bilangin kakak, dah, biar agak cepet dandannya" jawabku sambil melipat mukena.


"Udah gua forward alamatnya tadi yak, Pah." Ketika kami sudah berada dalam kendaraan. 

"Iyah. Tuh udah gua pasang GPS nya." Terlihat di layar gawai suami rute jalan menuju gerai jus adikku. 


"Kalau liat dari GPS, gerai jusnya ada di pinggir jalan, ya, Mah? Belum sampe masuk ke perumahan Dukuh Zamrud."


"Kayaknya sih, gitu. Enak malahan dipinggir jalan, Pah. Rame."


"Itu gerai jusnya, Pah!" ucapku menunjuk pada sebuah kendaraan yang terparkir di depan sebuah gerai jus. Kendaraan yang kuhafal milik adikku membuatku mudah mencari gerai jus miliknya. 


Suami memarkir kendaraan dengan posisi serong. Tempat parkirnya cuma cukup satu mobil. Jadi sebagian bagian belakang kendaraan berada di wilayah toko sebelah. 


Bangunan gerai jusnya memanjang. Didesain bergaya anak milenial gitu. Beberapa kursi dan meja tersusun rapi. Kursi yang terbuat dari ember kaleng bekas cat. Lalu dicat putih, diberi gambar cangkir, dan dinamai sesuai dengan nama gerai jusnya Republic Cafe. Kesan pertama menurutku, enak dan nyaman. 


Etalase kaca berisi aneka macam buah berwarna-warni, menambah kesan segar dan kontras dengan cat dinding yang berwarna hijau. 


Berani-buka-usaha-di-tengah-pandemi-?-Siapa-takut-?


Aku, suami, dan kakak duduk di sofa yang berada di bagian dalam gerai jus. Memesan sup buah siram jus sirsak, salad buah dengan saus original yang ditabur keju, dan suami memesan jus mangga tanpa es, gula, dan susu. 


Memilih Jenis Usaha


"Lo mau cobain ini, Teh?" Adikku menyodorkan es alpukat. 

"Nggak ada di menu, nih. Gua cuma suka makan alpukat kalo dipotong gini aja. Bukan di jus." Aku sih cuma manggut-manggut dengan mulut penuh dengan es alpukat. 


"Rame, Ti?" kutaruh gelas es alpukat di meja kaca. Nggak berani ngabisin es alpukatnya. Kan cuma icip. Heuheu.


"Lumayan.  Disyukuri, aja. Namanya juga baru mulai jualannya."


"Tapi balik modal, kan?"


"Balik. Cuma belum bisa disimpen. Sore dapet duit. Besoknya dipake lagi buat belanja buah."


"Ya, nggak apa-apa kali, ya. Yang penting jangan nombok aja." 

"Kenapa lo pilih buka gerai jus, Ti?" tanyaku sambil mata berkeliling melihat pajangan manfaat buah yang memenuhi dinding. 


"Suami gua yang pilihin usaha jus buah ini, nih. Katanya:


  1. Temannya ada yang udah sukses ngejalanin usaha jus. 

  2. Dari info teman itulah, sebelum buka usaha jus, konsultasi dulu tentang seluk beluk usaha jus buah ini. Seperti modal awal, faktor resiko, lama kembali modal, dan lain-lain. 

  3. Karena ada teman, selama awal usaha, jadi ada teman yang memandu atau membimbing. Seperti, cara membuat jus sesuai takaran gelas saji, membuat mayonaise, fla, dan lain-lain. 

  4. Dan yang jelas kalau ada teman dengan jenis usaha sama. Bisa berbagi cerita gitu. Di awal usaha kan, suka-dukanya banyak. Jadi nyambung, dah, ngobrolnya."


Aku mendengarkan dengan seksama dan mencatat poin-poin penting dalam membuka usaha. Pastinya bakal kepake, nih, apa yang diceritakan adikku ini. 


Secara di tengah pandemi kayak begini, kita sebagai perempuan sekaligus istri. mesti punya penghasilan kedua. 


Baca juga: Sumber Keuangan Kedua


Survey Lokasi Sebelum Membuka Usaha


"Lo dapet info kios kosong yang mau dikontrakin ini dari siapa, Ti?" tanyaku sambil menerima semangkuk sop buah siram jus sirsak dari tangannya. 


"Gua sama suami muter-muter. Cari sekitaran yang nggak terlalu jauh juga dari rumah. Biar gampang kontrolnya. Lagian cari kios buat peluang usaha di tengah pandemi kayak gini nggak terlalu sulit tapi juga nggak mudah."


Aku mengerti maksudnya dengan tangan mengaduk-mengaduk campuran aneka buah seperti, strawberry, anggur, pir, alpukat, mangga, melon, dan buah naga. 


Di tengah pandemi ini, banyak kios atau ruko yang letaknya strategis gulung tikar. Kita sebagai penyewa nantinya cuma membutuhkan kejelian. Kejelian untuk memperhitungkan letak sebuah kios atau toko tersebut di daerah ramai atau nggak. Maksudnya tentu agar kios, toko, atau gerai yang dibuka nanti banyak pembelinya. 


Mencari Supplier Buah


Siang itu benar-benar terik meski hari hampir mendekati waktu sholat ashar. Kakak menikmati salad buahnya sambil sesekali mengambil gambar salad buah tersebut dengan gawainya.


"Buah apa yang jadi favorit pembeli, Ti?" 


"Mangga, jambu, alpukat. Makanya buah itu yang paling sering dibeli dan dalam jumlah lebih banyak dari buah lainnya. Sayang, buah musiman kalau belum terlalu musimnya, susah didapet. Sekalinya ada, kualitasnya kurang bagus," jawabnya. 


"Emang di Pasar Induk Cibitung nggak ada?" 


Tempat tinggal adik tidak jauh dari Pasar Induk Cibitung. Bahkan ia sekarang sudah mempunyai pedagang langganan buah. Kirim permintaan melalui WA. Lalu barang dikirim langsung ke gerai jusnya. 


Sayang, buah yang baru memasuki musimnya seperti mangga. Harganya masih mahal. Sehingga diperlukan membeli buah ke Pasar Induk Kramat Jati. Untuk mendapatkan harga yang lebih murah dengan kualitas yang bagus juga. 


Prinsip penjual adalah pembeli yang mengambil barang dengan jumlah banyak, akan mendapatkan harga lebih murah. Nah, untuk itu, adikku menyiasatinya dengan membeli bersama teman suaminya yang memiliki usaha jus juga. Jadi bisa dibagi dua, deh. 


Penyimpanan Buah


Semua usaha pasti ada faktor resiko. Nggak usaha saja ada resikonya juga. Ya, kan? 


"Jadi buah yang susah diselametin apa, Ti?"

"Alpukat."


Aku berdiri lalu menuju showcase dan freezer. Kulihat di dalam showcase berjajar aneka bentuk kotak plastik transparan berisi buah yang sudah dipotong. Cara tersebut cukup lumayan untuk memperpanjang usia buah. 


Kubuka freezer. Sama. Kulihat susunan beberapa kotak plastik transparan. Nanas, durian, terong belanda, jadi satu dengan es batu. 


"Alpukat kalau dibekuin kayak buah yang lain nggak, bisa, ya?" tanyaku pada adikku yang sedang menikmati es yakult leci. Yakult series merupakan salah satu menu yang disediakan oleh adikku di gerai jusnya. 


"Udah dicoba. Tapi hasilnya, buah alpukat jadi item-item gitu. Mungkin nanti gua googling cara nyimpen alpukat biar awet," jawab adikku. 


Baca juga: Peluang Usaha di Tengah Pandemi


Promosi


Zaman sekarang, berpromosi semakin gampang. Bermodalkan gawai dan kuota. Kita sudah bisa mempromosikan produk yang dijual. 


Sama seperti adikku, meski bukan diendorse oleh artis terkenal. Cukup anggota keluarga yaitu adik laki-lakiku yang membuat status di media sosialnya. Bisa membuat produk yang dijual dapat dikenal teman atau orang banyak. 


Aku pun sama, tidak mau kalah dengan adik laki-lakiku. Suami mengundang teman-teman yang kantornya tidak jauh dari lokasi gerai jus untuk datang. 


Berani-buka-usaha-di-tengah-pandemi-?-siapa-takut-?
Foto: Bareng teman-teman

Memperkenalkan aneka menu jus pada mereka. Tentu hal ini dimaksudkan agar mereka dapat memberitahu pada teman-temannya tentang gerai jus yang baru dibuka ini. 


Bahkan adikku membuat tiap weekend menjadi spesial dengan memberikan promo JSM (Jumat, Sabtu, Minggu). Yaitu membeli tiga gratis satu untuk produk tertentu. Ini, sih, menang banyak. Emak-emak mana yang nggak tergiur dengan promo. 


Bahkan di minggu pertama buka. Weekend promo yang disebarkan di grup kompleknya. Dapat menarik pembeli hingga mencapai kurang lebih dua puluhan lebih mangkuk sup dan salad buah. 


Menurut adikku lagi. Gerai jusnya sekarang sedang menunggu proses Grab dan Gojek agar bisa mencapai sasaran pembeli yang lebih luas. 


Mempunyai Ciri Khas


Usaha apa yang menguntungkan? Ya, usaha yang mempunyai ciri khas. Ciri khas akan menjadi pembeda dari gerai-gerai jus yang lain. 


Jeli melihat kebutuhan pasar adalah salah satu kepekaan yang harus dimiliki setiap pengusaha. Terlebih bila mempunyai pembeda. Pastinya hal ini akan mudah diingat orang. 


Gerai jus milik adikku ini, selain menyediakan aneka jus buah. Ia juga menambahkan varian sup dan salad buah dengan pilihan fla original, durian dan sirsak. Ia juga menyediakan minuman kekinian yaitu aneka thai tea, dan yakult series yang dicampur dengan sirup juga susu. 

Buka-usaha-di-tengah-pandemi-?-Siapa-takut-?


Bahkan memasuki awal musim penghujan bulan ini. Gerai jusnya akan menambah menu roti panggang, dimsum, cireng, dan aneka minuman kopi juga coklat panas. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi penggemar minuman dingin ke minuman panas karena pergantian musim.


Sebagai kakak, aku mah cuma bisa mendoakan agar usaha baru yang dijalani adikku lancar dan sukses. Semoga bisa membuka gerai cabang di daerah lainnya. Siapa tahu aku bisa menjadi pengelola gerai jus juga. 


Meski sebenarnya usaha jus ini bisa menjadi salah usaha kecil-kecilan dirumah yang menguntungkan. Yaitu dengan membuat jus buah dalam kemasan botol. 


Ayo, Desi. Semangat berusaha! 


Barangkali ada yang lewat Republic Cafe atau mau icip-icip berbagai jus, salad, atau sup buahnya. Silakan mampir ke Republic Cafe yang beralamat di: Jl mustika jaya no 102. Bekasi. 


Sampai ketemu di sana. Eh, janjian dulu tapinya, yak. Biar bisa standby.

Komentar

  1. iya aku sebagai konsumen kalau beli sesuatu juga gak tau kenapa suka banget ke produk yang punya ciri khas,,, seneng aja gitu.. dan kek paling mencuri perhatianku

    BalasHapus
    Balasan
    1. Soalnya kita suka yang beda dari yang lain ya, Mbak. Karena ciri khasnya itu bikin kita penasaran.

      Hapus
  2. aduduuhhh, cobaaakk daku ada di Bekasi dan sekitrnya, kayaknya bakal langsung cussss, Kak.
    Sayaaangg nih aku di Surabaya :D

    Semoga suksesss dan berkah untuk usaha Adik tersayang ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Huhu jauh aja di Surabaya. Tapi doanya sampe ke Bekasi, nih, Mbak. Heuheu. Terima kasih buat semangat dan doanya.

      Hapus
  3. Wah seger nih jadi pengin jus nya, semoga sukses ya gerai jus buahnya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yuks, bikin di rumah masing² jusnya heuheu. Terima kasih buat doanya Mbak Reni.

      Hapus
  4. Simpel banget sih bisnis jus buah kemasan itu. Apalagi di zaman yang semua serba instan ya. Sukses selalu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, betul banget. Simple. Kalau mau usaha mah, ada aja jalannya. Huhu aku nih yang kurang usaha.

      Hapus
  5. Wah hebat adiknya bisa mendapatkan bisnis yang dibuthkan saat pandemi. Semoga tetap lancar dan sukses selalu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiiin. Terima kasih doanya Mbak Ina. Doain aku juga, ya. Biar punya usaha apa gitu 😉

      Hapus
  6. Survei pasar paling utama ya Mba? Lihat jus dan sop buahnya bikin penginnnn moga usaha adiknya sukses dan survive ya Mba. Baca Mba makan alpukat bikin saya bayangin hahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya betul, Teh Ani. Survey tempat menentukan sasaran target pasar. Aamiiin. Terima kasih buat doanya.
      Alpukat emang juara meski gak ada rasanya.

      Hapus
  7. Buka usaha di masa pandemi bukan hal yg mudah dikakukan ya. Tapi bukan berarti tidak mungkin, asal kita bisa mengetahui cara2nya. Terima kasih utk info yg bermanfaat ini

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul. Analisa dan pemilihan jenis usaha emang nggak semudah membalik telapak tangan. Tapi mencoba dan berusaha lebih penting sebagai wujud analisa tadi. Senang bila informasi menjadi manfaat. Terima kasih kembali.

      Hapus
  8. Semangat utk adiknya teh desi. Semoga laris manis toko jus buahnya.

    Ditengah pandemi gini, asupan gizi terutama vitamin c banyak dibutuhkan orang, semoga toko jus ini bisa menjadi penyumbangan kebaikan dan kesehatan bagi orang yang membelinya. Apalagi punya ciri khas tersendiri, bisa bikin bnyk yg langganan nih. Aamiin.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiiin Ya Allah. Terima kasih Mbak Ghina untuk doanya. Doa yang sama untuk Mbak Ghina, sukses selalu dengan apa yang sedang dijalani.
      Iya, betul, Mbak. Di saat situasi kayak gini, banyak orang cari minuman dana makanan untuk asupan tubuh supaya tetep fit terus.

      Hapus
  9. Punya cirikhas menurutku ini jury's jitu yah. Jika hanya jualan jus Sama seperti penjual lainnya kurang greget ya Gak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul banget Mbak Julia. Sekarang banyak pembeli yang cari ciri khas dari sebuah produk. Biar lebih unggul dan menarik perhatian pembeli.

      Hapus
  10. lihat etalase buah dipajang, seger bener. semoga sukses ya usaha adiknya. Jus buah segar dan sehat.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aslinya seger beneran Mbak. Aamiiin ya Allah. Terima kasih doanya.

      Hapus
  11. Btw saya juga pengen banget nih punya usaha jualan minuman atau jual jus kayak adiknya mba Desi. Mudah2an usahanya lancar dan terus berkembang. Ditunggu tips usaha kuliner lainnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yuk yuk, Mbak. Bikin pake yang botolan aja. Lumayan untungnya.
      Terima kasih buat doanya juga. Semoga usaha yang diniatkan Mbak Sarrah dapat terwujud dan terealisasi. Aamiiin.

      Hapus
  12. ngga ada di grabfood dan gofood ya?
    Maaf daritadi scroll ngga nemu, maaf jika salah
    Karena setiap saya review produk, pasti yang ditanya konsumen: bisa grabfood/gofood ngga?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, betul. Di artikel nggak disebut bisa order via grab food atao gofood. Soalnya waktu nulis artikel ini, adik saya baru apply ke mereka. Dan prosesnya enam bulan. Kalau mau diproses cepat, adik harus mengeluarkan sejumlah dana ekstra. Jadi sekarang masih nunggu, deh.

      Hapus
  13. Buka usaha disaat pandemi seperti ini memang tantangan baru sih :) tapi karena yang dijual adalah jus buah untuk kesehatan, pastinya cuan lah :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiiin. Semoga makin banyak orang yang cari minuman kesehatan.

      Hapus
  14. Yakult Series nya menggoda banget nih fotonya, bikin penasaran. Iya banget, memang kalau mau buka usaha apapun itu, riset itu perlu. Trus ketemu suplier bahan baku yang cocok dan cara penyimpanan nih kalau yang bermain di bidang produk begini.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, rasanya emang nyegerin. Apalagi pas cuaca panas² minumnya. Beuh... Pas buka usaha ini rencananya emang nggak sebentar. Riset lumayan makan waktu.

      Hapus
  15. semoga sukses kak urtk usahanya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih banyak untuk doanya. Doa yang sama buat Kak Rizkha untuk segala apa yang direncanakan supaya terwujud. Aamiiin.

      Hapus
  16. Memang benar ya kak, ada pelangi sehabis hujan dalam arti selalu ada dampak baik dibalik sesuatu yang kurang mengenakkan terjadi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul Mbak Lily. Tuhan selalu memasangkan sesuatu dengan yang lainnya. Cuma kita sebagai pelakonnya, bisa melihat peluang dalam kesusahan atau nggak.

      Hapus
  17. untuk mulai usaha kudu berani ya mbak, dan niat hati yang mantap plus kuat
    usaha jus nggak pernah sepi menurutku, di kotaku juga laris manis mbak, apalagi kalau yang dijual seperti usaha adiknya mbak desi, lengkap ada sup buah nya juga, banyak dicari orang nih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiiin. Semoga makin banyak pembeli dan rame terus seperti di kota Mbak Ainun. Niat memang no 1. Tapi action juga no 1. Lah gimana sih saya ngomongya, keder heuheu

      Hapus
  18. Sukses terus gerai jus adiknya ya, Teh. Aku juga lagi seneng bikin resep-resep jus nih :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiiin. Terima kasih Mbak Evi. Jus emang nyegerin dan bikin sehat.

      Hapus

Posting Komentar