Saturday, October 31, 2020

Tanya Jawab Seputar Blog

October 31, 2020 0

Hari ketiga marathon coaching. Kepala lumayan ngebul. Tanya jawab seputar blog bikin mikir. 

Seputar blog

Akhirnya writing marathon pun bingung. Bingung apa yang mau ditulis. Pertanyaannya bingung, mendengar jawabannya lebih bingung. Harusnya judul blog ini Bingung heuheu. 


Baiklah, mari memulai pencarian arti dari pertanyaan teman-teman yang mengikuti coaching marathon. Banyak yang masih asing didengar oleh telingaku.


Screaming Frog


Ada pertanyaan penting karena aku baru mendengar tentang screaming frog ini.


Entahlah si penanya dan penjawab berbicara apa. Panjang kali lebar dan aku mencoba menyimak. Tapi yang ada kepala semakin pusing. 


Akhirnya demi menghilangkan rasa penasaran. Di cobalah mencari tahu tentang "kodok yang berteriak" ini. 


Screaming Frog SEO Spider adalah alat SEO yang dapat membantu kita dalam menemukan masalah atau kerusakan dalam tautan link website bisnis atau blog. Alat SEO ini memungkinkan kita untuk menganalisis judul halaman dan metadata, sehingga kita bisa mendeteksi apakah ada halaman website yang hilang atau mungkin double. Perlu diketahui bahwa alat SEO ini terintegrasi dengan Google Analytics, sehingga kita bisa mentransfer data-data ke dalam profil analitik secara keseluruhan, (sumber: studilmu.com)


Kalau dari hasil penulusuran yang didapat. Jadi, screaming frog tools ini merupakan sebuah aplikasi yang dipasang atau diinstal di desktop komputer. 


Layanan yang dikeluarkan oleh Screaming Frog yang berbasis di UK ini, ada versi berbayar atau premium dan ada pula yang free. 


Bahkan bila sebuah situs memiliki ukuran sedang atau besar dan lebih dari 500 URL yang ingin dijelajahi, maka disarankan untuk berlangganan premium atau membeli lisensi lengkap.


Biaya per tahun yang harus dikeluarkan adalah sebesar £149. Kalau dibagi menjadi 12 bulan, berarti biaya yang dikeluarkan adalah £12.41. 


Hmm, kalau pakai kurs rupiah, jadi lumayan, yak? Heuheu. Eh, tapi kalau buat bisnis atau perusahaan yang pakai, mah. Jumlah 240 ribuan rupiah, kecil. Dibanding hasil yang bakal didapat nanti.


Kalau buatku, mah, cukup yang free dulu, heuheu. 


Domain Authority (DA) 


Ada yang bertanya tentang DA ini. Tapi pertanyaannya adalah, apakah DA memengaruhi suatu blog agar dapat menempati page one google


Dan jawaban Mas Irwin bahwa DA nggak memengaruhi blog untuk dapat menempati page one google


Kalau untuk istilah DA ini lumayan sering dengar. Praktik juga udah meski belum maksimal. 


Mari kita cari tahu definisi DA terlebih dahulu. Soalnya yang aku tahu semakin tinggi nilai DA berarti semakin bagus performa suatu blog. 


Banyak pengguna jasa blogger yang mencari nilai DA minimal 20. Tapi ada juga yang minta nilai DA minimal 15. 


DA, ku? Jauh di awang-awang. Makanya belum pernah dapat job review. #curcoldeh


Ini definisi DA hasil googling yang menurutku bahasanya mudah dimengerti. 


Domain Authority (DA) adalah suatu acuan yang dibuat oleh mesin pencari untuk menentukan peringkat website atau blog. Semakin besar peringkat DA yang dimiliki maka semakin bagus untuk bersaing di mesin pencarian Google. Biasanya skala yang diberikan dari angka 1 sampai 100. (sumber: qwords.com)


Tiga hal berikut di bawah ini adalah penentu tinggi rendahnya nilai DA suatu website atau blog:


1. Usia Domain


Ternyata usia domain menentukan nilai DA. Wajarlah kalau blogku nilai DA nya masih seuprit. Kan, punya domainnya juga baru tiga bulan. 


Sabarin aja, deh. Kalau usia domainnya tambah tua juga nanti nilainya jadi tinggi. 


Blog yang mempunyai nilai DA tinggi pun, kalau pemiliknya nggak konsisten update dengan konten berkualitas. Google males, tuh, kasih penilaian. Trus, akhirnya google nggak mau munculin blog kita di mesin pencariannya, deh. 


Jadi, sekarang aku mau rajin posting konten berkualitas dan konsisten. Sambil menunggu usia domain. Menabung konten ceritanya. 


2. Popularitas Domain


Pada saat waktunya nanti, yaitu usia domainku sudah mulai matang dan tua. Harapanku, blogku menjadi populer karena banyak link-link yang masuk ke blogku. Istilah dunia per-blog-an namanya inbound link atau backlink. Kalau banyak backlink yang mejeng di blogku, maka otomatis nilai DA ku akan naik. 


Tapi, bukan hal mudah untuk mendapatkan backlink. Aku harus mengisi dengan konten yang berkualitas pada blogku. Sehingga banyak website atau blog yang merekomendasikan blogku pada mesin pencari alias google.


3. Ukuran Domain


Lagi-lagi konten yang berkualitas menjadi penilaian ukuran domain sebuah blog. 


Semakin banyak konten berkualitas yang ada di dalam blog. Maka semakin besar pula ukuran domain yang kita punya. 


Betul yang sering dikatakan oleh mentor-mentor blog. Content is the king.


Mari kita berinvestasi konten agar suatu saat bila usia domain sudah matang, tinggal panen DA. Aamiiin. 


Tanya Jawab Seputar Blog berikutnya masih tentang DA. 


Lebih baik DA yang tinggi dulu atau PV?


Jawaban Mas Irwin, " lebih baik tingkatkan PV terlebih dahulu dibanding meningkatkan nilai DA."


"Mengapa?" tanya Mas Irwin,"karena yang mikirin nilai DA tinggi, PV mereka udah aman alias udah tinggi."


Pembahasan PV atau pageview sudah ada di artikel sebelumnya


Di sini aku mau ambil kesimpulan. Kalau ada yang salah atau tidak sepemahaman. Mohon koreksinya, ya. 


Apa yang dikatakan oleh Mas Irwin memang benar. Untuk apa usaha mati-matian menaikkan DA kalau konten blog tidak berkualitas. Siapa coba yang mau lihat blog kita kalau isinya pepesan kosong.


Sebenarnya, kan, PV itu berbanding lurus dengan DA. Kalau pageview tinggi, maka nilai DA juga tinggi.  


Indikator PV dan DA, kan, sama-sama membutuhkan konten yang berkualitas. Meski banyak blogger yang mencoba menanam backlink dengan maksud menaikkan nilai DA.


Sekali lagi seperti dibahas sebelumnya di atas. Bila kita tidak update blog secara konsisten dan tidak berkualitas. Artinya menanam backlink sama saja bohong. 


Bagaimana menurut teman-teman Desi's corner. Apakah ada pendapat lain tentang tanya jawab seputar blog ini? 


Mari kita diskusi bersama bila ada pandangan atau masukan tentang bahasan ini. 


Terima kasiiiih. 














Jadi, Brandingnya Apa, Dong?

October 31, 2020 0

Hari kedua marathon coaching, 26 Oktober yang diadakan oleh GrowThing.id membahas materi yang cukup menarik. Yaitu branding diri di media sosial. 


Masih peer banget buatku, nih, tentang branding diri ini. Sebab apa? Sebab sampai sekarang aku masih belajar. 


Sejak menekuni dunia tulis menulis tahun 2017 lalu. Aku sudah mulai membuat status di FB dan IG kalau aku menekuni dunia menulis ini. 


Sayang, fokus menulisku masih belum pasti. Rasa haus belajar, membuat aku mengikuti banyak kelas kepenulisan. 


Sebut saja, kelas cerpen, novel, cernak, kisah inspiratif, kelas menulis artikel, menulis buku non fiksi, termasuk juga blog. 


Bingung, kan, brandingnya aku ini sebetulnya apa. 


Dibilang cerpenis, bukan. Ini dikarenakan menulis cerpen sebatas untuk dikirim seputaran komunitas saja. Paling banter nulis bareng-bareng. Terus jadinya buku antologi, deh. 


Novelis? Bukan juga. Secara belum pernah menuntaskan satu naskah pun. Paling mentok cuma di dua bab. Setelah itu, bubar. 


Cernak? Ini agak lumayan, sih. Meski masih menulis keroyokan dan menghasilkan beberapa buah buku antologi. Aku juga menulis dan mengumpulkannya di wattpad. 


Cukup rutin aku update cernak ini di wattpad. Seminggu bisa tiga cerita. Sayang, untuk cernak, sementara kutinggalkan. Aku mau mencoba menekuni dunia per-blog-an ini. 


Gimana, ngebingungin, kan, aku? Jadi, branding akutuh penulis apa? 


Beruntung Bang Ilham Sadli memberikan materi ini. Jadi, kan, aku bisa kembali ke jalan yang lurus. 


Sebelum memulai materi utama. Bang Ilham memberikan penjelasan tentang manfaat media sosial terlebih dahulu. 


Apa, sih, Manfaat Media Sosial?

Menjaga Silaturahmi

Zaman sekolah dulu tahun 90-an, saat sudah berpisah dengan teman-teman karena melanjutkan sekolah ke daerah yang berbeda. Mengikat tali Silaturahmi melalui bertukar surat. 


Atau sesekali menelpon lewat warnet. Itupun tidak semua teman memasang telepon. Jadi mengikat silaturahmi zaman itu, lumayan penuh perjuangan. Ada yang seangkatan? 


Sekarang di era serba internet. Silaturahmi adalah hal yang paling mudah. Tidak perlu tatap muka untuk saling bertegur sapa. Tidak perlu berpelukan untuk melepas kangen. Tidak perlu berjabat tangan untuk saling berjanji. 


Cukup modal gawai android, akun medsos, dan kuota. Kita sudah bisa menjalin tali persahabatan dan persaudaraan. Istilah kata, mah, ever lasting relationship.


Perbanyak koneksi


Direktur Jenderal Penyelenggaraan Pos dan Infomatika Kementerian Komunikasi dan Informatika Ahmad M. Ramly mengatakan, "internet user pada 2020 itu sebanyak 175,5 juta mengalami kenaikan 25 juta atau 17 persen dibandingkan tahun sebelumnya pada 2019."


Hal tersebut disampaikan ketika Ahmad M Ramli menjadi pembicara kunci dalam Webinar Kominfo bertajuk Cerdas Bertelekomunikasi Melindungi Data Pribadi, (Republika-Rabu (30/9)


Menambahkan data yang telah disebut oleh Ahmad Ramli yang merupakan laporan terkini dari We Are Social, bahwa ditemukan ada 160 juta orang aktif di media sosial. 


Branding diri

Berikut media sosial dengan urutan teratas yang paling digemari oleh pengguna internet Indonesia adalah YouTube, WhatsApp, Facebook, Instagram, Twitter, Line, FB Messenger, LinkedIn, Pinterest, We Chat, Snapchat, Skype, Tik Tok, Tumblr, Reddit, Sina Weibo. (Inet.detik.com)


Melalui media-media yang disebutkan di atas. Hal yang sangat memungkinkan kalau kita bakal mendapat teman baru. Itu artinya koneksi kita bertambah banyak. 


Contohnya seperti aku. Jumlah pertemanan yang terdapat di facebook, instagram, twitter, dan linkedin lebih banyak teman baru dibanding teman yang pernah kukenal dekat, seperti sekolah atau teman kerja. 


Merekrut pertemanan itu mirip sistem MLM. Dari kenal cuma satu orang lalu akan membawa kita pada pertemanan berikutnya. Begitu seterusnya sampai kita menghendakinya. 


Branding


Brand adalah apa yang orang katakan ketika kita tidak ada dalam ruangan, (Founder dan CEO Amazon).


Nah, yang baru mau memulai branding macam aku. Mau dibawa kemanakah branding kita dan mau dikenal sebagai? 


Sebagai langkah awal, ada baiknya kita mengenal diri sendiri dulu. Ceritakan pada teman-teman dan dunia bagaimana adanya kita tanpa perlu ditutupi. Tampilkan yang sebenarnya. 


Coba, deh, lihat kembali status-status media sosial yang kita punya. Sekali waktu bacalah status-status tersebut.


Apakah status yang dibagikan ke jagad maya tersebut condong ke curhat berujung galau, inspiratif, provokasi, asal share info atau gambar tanpa cek kebenarannya, politik, tukang pamer, atau yang lainnya. 


Dari situ kita bisa melihat dengan jelas siapa diri kita sebenarnya. 


Kalau memang mau diubah branding kita. Mulailah dengan membangun siapa diri kita sebenarnya. Membutuhkan waktu memang. Tapi kalau nggak dimulai dari sekarang. Selamanya orang akan mencap apa yang sudah dilihat mereka tentang kita. 


Nyok, ah, kita semedi. Eeh, monolog, dah. Kan, bisa, tuh, kalau kita lagi ngaca ngomong sama diri sendiri. Dijamin jujur. 


Media Promosi Blog


Poin ini, mah, baru dijalani dua bulan terakhir ini. Kemarin-kemarin masih malu alias nggak pede gitu. 


Tapi, seperti yang dibilang oleh teman-teman di dunia per-blog-an. Kalau tulisannya disimpan buat sendiri, kan, sayang. Barangkali aja tulisan yang kita buat bisa bermanfaat atau menginspirasi orang banyak. 


Dari situlah, akhirnya aku memberanikan diri membagikan tulisanku di media sosial. Nggak apa tulisannya belum sebagus dan sebaik teman blogger profesional. Teman-teman di medsos juga tahu kalau aku masih belajar. Ya, kan? 


Nah, ini topik yang paling ditunggu di antara poin-poin yang sudah disebutkan di atas. Menurut Bang Ilham, blogger dan media sosial adalah dua hal yang tidak dapat dipisahkan. 


Berikut Cara Branding Diri di Media Sosial:


Tentukan Audience 


Tentukan berdasarkan usia, pendidikan, kebiasaan, gaya hidup, hingga hal yang paling disukai. 


Jadi terbayang kalau bikin cerpen. Tulisannya ditujukan untuk pembaca usia berapa. Pendidikan para pembaca ada ditingkat apa. Kebiasaan para pembaca seperti apa. Apakah mereka suka fiksi atau non fiksi? Apakah gaya hidup mereka sederhana atau high society.


Dengan mengetahui hal-hal tersebut diatas. Maka kita dapat menentukan topik, jenis tulisan, dan gaya bahasa. Agar semua tepat sasaran dan tulisan kita memang benar dibutuhkan oleh mereka. 


Mau Dikenal Sebagai Siapa? 


Ketika menggunakan media sosial ingin dikenal sebagai apa dan siapa? 


Kalau aku selama ini selalu berusaha menggiring teman-teman di media sosial untuk melihat aku sebagai penulis. Dan itu berhasil. 


Cuma ada yang harus diperbaiki. Sebagai penulis yang sedang menuju profesional. Jenis tulisanku belum jelas. Apakah fiksi, non fiksi, atau blogger. 


Semangat branding


Apa Bedanya dengan Akun Lain? 


Berikan sesuatu yang khas, minimal itu di caption atau difoto, atau bahasan, atau sudut pandang. 


Huhu, belum punya ciri khas. Kayaknya ini mau tanya anggota keluarga, saudara, atau tetangga buat survey. 


Sudut pandang di blog baru diputuskan menggunakan POV 1. Di medsos bakal diseragamin juga, deh.


Bahasan yang harus diluruskan. Beda jauh antara blog dengan medsos. Butuh perjuangan ekstra keras. 


Tentukan Arah Akunnya


Sapaan untuk followers, gaya bahasa, penggunaan kosa kata. 


Sapaan untuk followers baru dipikirin beberapa hari belakangan ini, sih. Asli bingung cari yang beda dengan yang sudah ada.


Cupuers?  Punya Coach Marita, nih. 

Teman-teman? Sudah biasa dipakai ini, mah. 

Pals? Kayaknya Coach Marita pakai sapaan ini juga, deh, di blogya. 

Sobat? Sahabat? Sudah banyak, pun, yang pakai ini. 

Bunda? Lah, yang baca, kan, ada laki-lakinya juga. 

Pembaca Desi's corner? 

Atau teman Desi's corner? 


Pusing juga. Nanti, deh, dipikirin lagi. 


Oke, bagian gaya bahasa dan kosa kata, jujur belum berjalan mulus. Setelah dibaca-baca kembali caption di medsos. Ternyata gaya bahasa yang digunakan di blog dan medsos berbeda. 


Kalau di blog bahasanya santai. Kalau di medsos, mendayu-dayu gitu. 


Mari merenung kembali untuk mencari perbedaan dengan akun lain. 


Branding

Sumber: Marathon coaching's Ilham Sadli


Konsisten


Siap! Nanti kalau sudah ketemu yang sreg dan pas di hati. Insha Allah bakal konsisten. 


Sekarang, pencarian jati diri dulu. 


Bang Ilham Sadli sudah memfokuskan diri di twitter. Beliau sudah menemukan jati dirinya sebagai Blogger yang Mellow di twitter. Sehingga otomatis followernya sudah banyak. 


Beliau membagikan tips agar aku dan kita semua yang baru nyemplung di twitter mungkin saja bisa mengikuti jejaknya. 


1. Lakukan interaksi

2. Jangan saling follow dengan yang satu profesi

3. Selalu perhatikan analytics

4. Sering muncul di konten yang viral dengan komentar nyentrik


Kalau buatku twitter adalah hal baru. Belum ketemu feell nya main di sana. Nantilah, kalau di IG dan FB berhasil, jajal di twitter. 


Kalau menurut teman Desi's corner, branding aku apa? 

Eeh, cocok nggak, tuh, pake sapaan itu?  😋













Friday, October 30, 2020

Seberapa Penting, Sih, PageView Bagi Blog?

October 30, 2020 0

Tanggal 25 Oktober yang lalu aku berkesempatan untuk mengikuti sharing bareng GrowThing tentang pentingnya pageview bagi blog. Info ini kudapat dari Coach Marita dan dari grup KGB. 

Sebetulnya sharing ini adalah Marathon Coaching yang diadakan selama tiga hari berturut-turut. GrowThing mengadakan webinar ini untuk memeringati Hari Blogger Nasional yang jatuh pada tanggal 27 Oktober.

pentingnya pageview bagi blog

Alhamdulillah, meski mata ngajakin merem terus, selesai juga aku mengikuti coaching marathon selama tiga hari yang sarat ilmu tersebut. 


Pageview (PV) itu sering kudengar, sih. Tapi terus terang cuma mengerti kalau hal tersebut sebagai pertanda orang telah melihat dan mampir ke blog kita.


Tapi setelah Mbak Rini Novita Sari, seorang lifestyle blogger menjelaskan betapa pentingnya PV. Barulah diriku tersadar dari khayalan tinggi menjadi seorang blogger tenar. 


Baca juga: Jemari menari di atas keypad


Bagaimana bisa dikenal sebagai blogger kalau istilah dan alat tempur blog aja nggak tahu?


Apa, sih, PV?


PV merupakan jumlah halaman dari blog yang dibuka, baik itu oleh visitor manusia maupun visitor bot. Adapun perhitungannya jika seorang visitor (manusia) membuka laman website anda sebanyak 5 kali maka pageview-nya juga akan berjumlah 5 tayangan. Perhitungan itu pun juga berlaku saat visitor melakukan refresh atau me-reload halaman blog, maka sudah terhitung menjadi 2 pageview, yang pertama saat membuka dan kedua saat me-reload. (sumber: google.com).


Kok, ada sebut-sebut visitor? Memang yang dimaksud visitor disini, apa, sih? 


Visitor, ya, artinya sesuai bahasa Indonesia. Pengunjung. Sedangkan kalau dalam istilah blog. Maksud pengunjung disini adalah orang yang dengan jumlah keseluruhan mampir ke blog kita dalam kurun waktu tertentu.


Selain itu ada juga UV (unique visitor) yaitu pengunjung yang kedatangannya ditentukan oleh IP address, browser, dan cookies yang tersimpan di setiap browser


Sedangkan bounce rate adalah persentase dari visitor yang meninggalkan sebuah halaman tanpa meninggalkan tindakan seperti mengklik link. 


Mbak Rini pemilik celotehdinihari.com dan jasa penulisan artikel, Neo Digital Writer ini, menjelaskan pentingnya pageview bagi blog dan wajib ditingkatkan jumlahnya, karena:


  1. PV tinggi merupakan harapan semua pejuang adsense
  2. PV tinggi maka akan meningkatkan Conversion Rate
  3. PV tinggi menandakan blog dan konten berkualitas
  4. Meningkatkan rate card (harga) kita
  5. Memperbesar peluang mendapat tawaran kerjasama


Kemudian, Mbak Rini juga memberikan tips menaikkan PV blog.


Tips yang diberikan oleh Mbak Rini tentu sangat berguna bagi blogger pemula macam akuni. 


1. Riset Keyword


Keyword artinya kata kunci. Maksud kata kunci disini adalah kita harus mencari kata kunci yang banyak dicari orang. Seperti aku sekarang, mencari tahu tentang kata kunci ini, aku mengetik "apa itu riset keyword" di mesin pencari google. 


Untuk riset kata kunci ini, Mbak Rini bilang mainnya pakai feeling atau intuisi. Kalau pengertianku, mah, itu berarti kita harus rajin-rajin belajar tik kata kunci di mesin pencari google agar terlatih. Mengasah keterampilan gitu, deh, kurang lebih. 


Berikut adalah tools pencari kata kunci yang diberikan oleh Mbak Rini:


  1. Menggunakan Google Keyword Planner

  2. Keywordtool.io + Google Keyword Planner

  3. KeywordFinder.io

  4. Neil Patel


Untuk keseluruhan alat bantu pencari kata kunci tersebut di atas cukup mudah.


Masukkan saja prediksi kata kunci yang kita inginkan. Lalu pilihlah volume pencarian untuk kata kunci tersebut yang berada di kisaran 100 - 1000 per bulan. 


2. Menulis Artikel SEO dan Human Friendly


Pertama kali ngeblog awal tahun 2020. Aku cuma tahu blog itu tempat menulis yang panjang tulisannya nggak terbatas. 


Mengenal pentingnya SEO dan human friendly baru sekarang-sekarang ini. 


Sebegitu pentingkah mereka sampai menulis pun harus melihat keberadaanya? 


Jawabannya adalah penting banget. Apa gunanya menulis kalau nggak ada yang baca? Sayang banget, kan, kalau tulisannya bagus trus nggak bermanfaat buat orang banyak. 


Jadi, sekarang aku nggak asal tulis. Aku mau tulisanku SEO friendly. Aku mau memberikan tulisan terbaik pada google.


Sehingga ketika teman-teman mengetik keyword, tulisanku berada pada halaman pertama google. 


3. Link Building


Link building adalah sebuah teknik tertentu agar website lain memberikan link (tautan) menuju website kita. 


Tentu bukan hal mudah sebuah website lain memberikan tautan kepada website kita. Tapi bila web kita berisi konten yang berkualitas. Bukan hal tidak mungkin kita akan mendapatkan tautan dari web lain. 


Duh, pasti senang banget, nih, seandainya blogku mendapat backlink dari detik.com #ngayaltingkattinggi 


4. Membuat Artikel Trending atau Viral


https://trends.google.com/trends.explore


Melalui web tersebut kita bisa mencari apa saja yang sedang viral. 


Aku belum pernah pakai google trends ini, nih. Nggak kebayang seandainya blogku berisi artikel yang sedang viral. Misalnya tentang vaksin untuk pasien yang terkena covid-19. Wuah, pastinya PV blogku bakal naik pesat #ngayallagi. 


5. Blogwalking


Akutuh sebetulnya sudah menjalankan poin lima dalam menaikkan PV ini. Cuma tahunya kalau ikut blogwalking itu agar blog kita ramai pengunjung dan ada yang baca juga sampai tuntas gitu.


Kan, soalnya mereka ninggalin komentar di artikel yang kita tulis. Belum terpikir kalau blogwalking ini ternyata ada hubungannya dengan PV. 


Duh, bener-bener cupuers banget, deh. Seperti sapaan Coach Marita untuk blogger pemula macam akunih. 


6. Optimasi PageSpeed dan Desain Blog yang Menarik


Apalagi coba si pagespeed ini. Baru tahu aku kalau ada istilah ini dalam dunia per-blog-an. 


Ternyata ngeblog itu sama rumitnya dengan membuat cerpen dan cernak, saudara-saudara. Bikin mumet kepala. Heuheu. 


Tapi mau tidak mau aku harus belajar untuk tahu tentang optimasi pagespeed. Itu kalau aku mau blogku bisa dicari oleh para pembaca. 


Apa sih pagespeed itu? 


Pagespeed merupakan tools dari Google yang berguna untuk memberikan informasi mengenai performa kecepatan akses suatu halaman web, melalui perangkat seluler dan desktop, serta memberikan informasi cara meningkatkan performa halaman web tersebut. (rumahweb.com)


Jadi penasaran kecepatan akses blogku berapa, ya? 


Nah, ini hasilnya. Blogku mendapat score 82.


Pageview itu penting



Range score pagespeed itu berada di kisaran 0 - 100. Semakin tinggi scorenya, berarti semakin baik pula nilai sebuah web atau blog. 


Terlebih bila mendapat score di atas 85 atau lebih. Hal ini menunjukkan bahwa halaman blog telah bekerja dengan baik.


Siapa coba yang nggak betah mampir ke blog yang loadingnya cepat? Apalagi kalau ditambah tampilan serta desain blog yang cantik dan content yang menarik. Hmm, pasti PV blogku bakal tambah, nih. 


Teman-teman Desi's corner mau coba cek score blog juga?


Coba pakai ini https://tools.pingdom.com/


7. Google Search Console


Google Search Console adalah layanan gratis yang ditawarkan oleh Google untuk membantu Anda memantau, mempertahankan, dan memecahkan masalah kehadiran situs Anda di hasil Google Penelusuran. (google.com)


Kalau aku, mah, pas udah ganti domain jadi dot com, langsung pasang google search console ini. 


Memang, sih, pemahaman untuk tools ini baru sebatas melihat, apakah sebuah link blog sudah bekerja dengan baik atau belum. Maksudnya, apakah link blog sudah terindeks oleh google?


Kalau sebuah artikel yang kutulis sudah terindeks oleh google, itu pertanda aku dapat melihat seberapa sering blogku itu muncul di pencarian google.


8. Google Analytics


Google Analytics ini aku pasang juga setelah blogku berganti domain menjadi dot com. Layanan ini gratis dari google dengan hanya memiliki akunnya. 


Google analytics ini akan menampilkan statistik pengunjung sebuah situs web. Tools ini dapat membantuku untuk melihat perilaku pengunjung seperti, postingan mana saja yang mendapat PV tertinggi, dari daerah atau negara mana saja yang melihat blogku, rentang usia pembaca, dan masih banyak lagi.


Sehingga aku dapat menulis dengan target yang lebih jelas. 


Tapi terus terang, sih, aku belum memanfaatkan tools ini secara maksimal. Sekarang lagi konsen menulis yang SEO friendly dulu.


Bertahap sajalah, ya. Pelan-pelan asal tujuan akhir tercapai. Aamiiin. 


Beneran asli mabok aku belajar istilah blog-blog ini. 


Tapi, ya, itu tadi. Kalau pageview blogku mau naik dan bagus. Aku harus mengikuti delapan poin yang telah disebutkan di atas tadi.


Semangat! Mari taklukan istilah-istilah blog dengan praktik tanpa putus asa. Setelah menaklukan pentingnya pageview bagi blog. Menaklukan SEO akan menjadi target selanjutnya.


Fighting!  #efeknontondrakor