Ada Apa dengan Tanaman Janda Bolong? Simak 5 Fakta Tentang Tanaman Ini

Ada apa dengan tanaman janda bolong yang  sedang ngetrend sekarang?


Jangan bilang sahabat Desi's corner belum pernah mendengar tentang tanaman yang daunnya bolong ini, ya.


Sebetulnya aku juga tahu tanaman merambat ini dari status atau caption teman-teman di media sosial. 


Malah, lusa lalu aku melihat berita infotainment di TV. Beberapa artis kenamaan ibu kota, memerlihatkan tanaman-tanaman hias mereka. 


Harga untuk tanaman-tanaman hias tersebut nggak main-main bo'. Kok, bisa, ya, harganya sampai jutaan gitu?


Nah, aku disini, mau membahas salah satu tanaman hias yang harganya tinggi itu. 


Simak 5 Fakta Tentang Tanaman Janda Bolong berikut ini:


1. Masuk ke Indonesia Tahun 2018


Tanaman asli dari Amerika Tropis, tepatnya dari Meksiko Selatan dan Guatemala ini, ditemukan pertama kali pada tahun 1693 oleh ahli botani asal Prancis bernama Charles Plumier. 


Tanaman yang bernama latin monstera ini masuk ke Indonesia tahun 2018, dan mulai banyak yang membudidayakannya,

(Pikiran Rakyat.com)


Sedangkan informasi lain yang kudapat dari Okezone.  Yaitu dari Kepala Bagian Manajemen Lanskap Departemen Arsitektur Lanskap, Fakultas Pertanian (Faperta) IPB University, Prof Dr Hadi Susilo Arifin mengatakan, bahwa dirinya mengenal janda bolong sejak tahun 80-an.


“Saya kenal istilah janda bolong itu sejak saya masih kuliah di S1 di tahun 80-an. Kebetulan di Kebun Raya banyak.


"Saya kebetulan tinggal di dalam Kebun Raya kemudian banyak tanaman merambat yang bolong-bolong itu tahun 80-an sudah disebut janda bolong.


"Karena bentuknya berlubang. Orang, kan, suka bikin nama yang sensasi dan menarik,” ujarnya saat dihubungi Okezone, Rabu (21/10/2020).


Jadi mana yang betul, ya? Tahun 2018 atau 80-an tanaman bolong-bolong itu masuk ke Indonesia. 


Hmm, terserah sahabat Desi's corner, deh, percaya yang mana. Jelas, mah, sekarang, tanaman tersebut mihil banget harganya. 


2. Terdapat 48 Jenis Monstera


Banyak kali jenisnya, pun, tanaman yang sedang ngetrend di masa pandemi ini. Cuma yang dikenal masyarakat nggak sebanyak itu. 


Mari kita mengenal beberapa jenis tanaman monstera ini:


  • Monstera Deliciosa

Kalau jenis monstera ini aku suka lihat di taman-taman kota atau kantor. Ciri tanamannya,  memiliki daun yang besar, lebar, dan lubang-lubang di sekitar tulang daun.


Waktu itu aku pernah lihat di RSCM. Nanti kalau kesana lagi, difoto, deh.


Harganya pun masih masuk akal dan terjangkau, Rp 50 ribu sampai Rp 300 ribu. 


  • Monstera Borsigniana

Borsigniana seperti versi mini deliciosa. Celah atau lubangnya tidak sebanyak dan berliku seperti Deliciosa. Daunnya hanya memiliki dua baris yang berjajar rapi.


Tumbuhan yang tumbuh lebih cepat dari deliciosa ini harganya lebih mahal dari deliciosa, tapi masih terjangkau. Yaitu sekitar Rp 70 ribu sampai Rp 700 ribu. 


  • Monstera Adansonii

Nah, Monstera Adansonii ini, nih, yang sekarang jadi primadona penggemar tanaman hias bagi pendatang. 


Ya, betul. Nama bekennya adalah janda bolong. Kecil-kecilnya dibawah sedikit dari deliciosa. Dan lubang daunnya masih cukup besar.


Hmm, sekitar 50%-an lah, lubang-lubang itu memenuhi daun. 


Kalau menurutku, sih, hukum ekonomi yang berlaku disini. Dimana permintaan tinggi berarti harga jualnya tinggi juga. 


Harganya bisa mencapai 15 juta per daun. Sebagai pecinta duit, harga tanaman ini nggak banget, deh, buatku. Heuheu. 


  • Monstera Obliqua

Penampakannya mirip dengan adansonii. Padahal harganya beda jauh pake banget sahabat Desi's corner. Kelangkaanlah yang membuat harga jualnya menjadi tinggi selain permintaan yang meningkat. 


Bayangin, Obliqua dijual dengan harga mencapai 200 juta. Asli ini, mah, bikin tarik napas, mulut nganga, bin shock. 


Janda Bolong Tanaman
Foto: unsplash


Kalau pendatang baru yang cari tanaman Obliqua ini harus hati-hati. Jangan sampai salah beli dengan adansonii. 


Perbedaan yang mencolok adalah lubang yang memenuhi daun adalah 90% dibanding adansonii. 


Bentuk bolong-bolongnya juga bulat bukan lonjong. Dengan tekstur daun seperti helai kertas.


Pertumbuhannya terbilang cukup lama dibanding adansonii.


  • Monstera Variegata

Daun yang tumbuh merambat dan mempunyai dua warna ini harganya lebih mahal dari Obliqua. 


Tanaman janda bolong
Foto: unsplash


Selain mempunyai dua warna yaitu hijau dan putih atau krem yang disebabkan oleh mutasi genetik. Sulitnya mendapat tanaman ini juga penyebab harga per daunnya menjadi tinggi, 50 juta per daun. 


Asli makin melongo waktu mau tulis ini angka. 


3. Kenapa Namanya Janda Bolong? 


Akutu sebetulnya risih waktu ngobrol sama suami tentang tanaman monstera ini. Bahkan menulis artikel ini pun masih ngerasa risih. 


Kok, bisa nama tumbuhan merambat yang bisa mencapai 20 meter ini dinamakan seperti itu?


Kok, aku merasa kayak nyindir sebuah status di masyarakat. Tapi, aku bisa buat apa. Dari dulu namanya memang sudah itu. Brandingnya emang keren. 


Kudu belajar sama orang yang ngasih nama ini, nih. 


Enaknya bikin artikel ya, kayak gini, ini. Harus riset dengan membaca referensi. Hasilnya, selain tulisan berupa informasi. Juga menambah isi kepala dan wawasan. 


Hasil dari pencarian beberapa sumber artikel. Katanya asal nama Janda Bolong dari daerah Jawa. Ron phodo bolong  yang artinya daun pada bolong. 


Dikarenakan pengaruh struktur budaya. Penyebutannya pun dipermudah atau dipersingkat. Sehingga terdengar rondo bolong. 

Rondo yang dalam bahasa Indonesia artinya janda. 


Akhirnya, jadilah nama tumbuhan yang termasuk ke dalam talas-talasan atau Araceae ini lebih dikenal dengan nama janda bolong.   


4. Memperbanyak Janda Bolong


Hmm, mungkin ini cara yang bakal aku ambil. Minta ke orang yang dikenal, terus tanam sendiri. 


La Wong, caranya gampang banget. Aku, kan, punya pohon dollar yang merambat. Jadi, batang yang sudah berakar tinggal ditanam di pot.


Tapi, biar hasilnya maksimal. Sebelum ditaruh di media tanam. Batang yang sudah ada akar pendek tersebut, direndam air dulu sampai satu atau dua minggu. 


Setelah akarnya bertambah panjang dan banyak. Baru, deh, dipindah, ke dalam pot yang sudah berisi tanah, sekam bakar, dan pupuk. 


Cuma masalahnya, siapa yang mau dengan sukarela ngasih gratisan? Heuheu


5. Perawatannya Mudah


Seperti umumnya tanaman merambat lainnya. Tanaman jenis monstera ini, jangan terlalu diberi sinar matahari yang melimpah. 


Cukup asal kena cahaya aja. Istilah kalau air, mah, cukup cipratannya, jangan diguyur. Begitu maksud dengan sinar matahari yang tidak melimpah. 


Disiramnya juga nggak setiap hari. Cukup dua kali seminggu atau dua hari sekali. 


Cocok, nih, buat aku yang males merawat tanaman. Cuma sayangnya, nggak punya pohonnya. Heuheu. 


Itulah sebabnya tanaman janda bolong ini cocok untuk memperindah ruangan. Nggak susah merawatnya. 


Bagaimana sahabat Desi's corner? Apakah tertarik juga untuk memiliki tanaman janda bolong ini?














.



  









Komentar

  1. Coba cari deh asal kata nama janda bolong.
    Rupanya mereka salah mengartikan
    Tapi ya sudahlah ya...heheheheh

    BalasHapus
    Balasan
    1. He eh, betul, Bun. Udah terlanjur pun nama bekennya jadi begitu. Padahal kalo nyebutinnya bener nggak kayak begini dah dikenalnya. Ron podho bolong.

      Hapus
  2. Nama aslinya bagus padahal, terkenalnya janda bolong. Tapi malah viral hehee

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, orang Indonesia, mah, keren. Bisaan cari nama yang unik. Tapi risih juga klo nyebut namanya.

      Hapus
  3. tanaman yang bolong kecil-kecil dulu sempat punya.. eh viral lagi ya sekarang

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tuh, kan, orang kita mah cuma latah. Gengsi tetep no 1. Tanaman biasa aja bisa mahal.

      Hapus
  4. baru engeh awal mula penamaan janda bolong berasal dari ron pdo bolong yang berarti daun yang bolong. Atas dasar efektivitas penyebutan menjadi rondo/janda bolong, maknanya jadi berubah total, dan banyak membuat para janda di Indonesia merasa tersakiti dengan penyebutan tersebut, karena berlanjut dengan pemaknaan 'bolong' secara negatif pula

    BalasHapus
    Balasan
    1. Gitu, deh. Seneng banget nyingkat kata² ato alasan efektivitas tadi itu. Maknanya bikin menyinggung status sosial yang ada di masyarakat.

      Hapus
  5. Jadi tahu cara merawat janda bolong. Tapi tak cari dulu deh janda bolongnya hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Asiik, aku mah nunggu dibagi aja, deh. Klo nggak nunggu tahun depan. Kayaknya nasibnya seperti gelombang cinta. Pamor sesaat.

      Hapus
  6. Dulu padahal sebelum viral si janda bolong ini nangkring di sepanjang jalan. Saking mudahnya dia tumbuh tanpa perawatan khusus.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, emangan. Tanaman rambat ini gampang tumbuh. Ngerawatnya aja gampang.

      Hapus

Posting Komentar