Sunday, November 29, 2020

Terima Kasih Untuk Teman-Teman Seperjuangan, You're Rock!

November 29, 2020 0

Terima kasih teman-teman, you're rock

Belum nulis udah mengharu biru. Padahal cuma ucapan terima kasih aja. Ucapan terima kasih untuk teman-teman seperjuangan di grup blog ODOP. Argh, you're rock


Menurutku ini adalah grup yang mengena di hati. Kita cuma ngobrol seputar blog dan segala perintilannya. 


Baca Juga: Ilmu Dari Blogger Squad ODOP


Dari Bang Zen yang ngomong soal coding. Jujur aku nggak ngerti blas apa yang dia omongin. Sampai Mbak Jihan yang kasih tugas backlink


Dari Mbak Ciani yang rajin cek DA, PA blog kita masing-masing. Sampai Mbak Marita yang kasih petunjuk utak-atik blogspot 


Dari Bang Baim yang santai sampai Mbak Maftuha yang bikin kartun anggota blogger.


Baca Juga: Desi's Corner Story

Dari Mbak Maria yang galau terima job menulis sampai Mbak Cinantya yang bingung ngitung usia domain. 


Dari Mbak Atiqoh yang nggak mau berpisah dari Blogger Squad ODOP. Sampai Mbak Lulu yang nangis-nangis kepingin tetap grupnya ada. 


Dari Mbak Sari yang sabar kalau ditanya-tanya. Sampai Mbak Rindang yang berterima kasih karena kelas BSO naik kelas. 


Baca Juga: Rasanya Memasang TLD di Blog


Dari Mbak Asih yang pernah di removed dari grup. Sampai Mbak Renita yang belum nongol lagi di grup. Juga Mbak Nuha yang menghilang dari akhir September kemarin. 


Terima Kasih Teman-Teman


Tanpa kalian, aku mungkin masih buta dengan dunia perblogingan ini.  


Tanpa kalian, aku mungkin masih alamat blogku masih gratisan. 


Karena kalian, aku bisa menulis sesuai SEO. Seperti tulisan ini sekarang. 


Baca Juga: Menyesal Bergabung di Blogger Squad ODOP


Terus terang akutu pusing bagaimana caranya menulis sesuai kaidah SEO. Masih terseok-seok. 


Tapi, karena aku berjuang nggak sendirian. Semangat masih tersisa dalam diri. Meski mefet waktu menulisnya dengan date line besok. Aku harus bisa menyelesaikan kewajibanku. 


Aku terharu bisa menulis kalimat-kalimat terakhir ini. Nggak sangka pertemanan di dunia blog dari ODOP ini akan segera berakhir, taman, the end. 


Baca Juga: Blogger Squad ODOP Jadi Agen Penulis


Aku tak mau berpisaaaaaaah. 


Dimana lagi aku akan mencari keluarga baru yang seenak dan senyaman ini. Kalian begitu pengertiannya padaku. Sampai aku sering silent reader pun. Aku tidak diganggu agar keluar dari tempat persembunyianku. 


Terima kasih buat pengertian, ilmu yang tak berbatas dan sharing yang begitu terbuka. 


Teman-teman semua perlu tahu, deh. Kalau obrolan kita dari awal terbentuknya grup Blogger Squad ODOP ini. Sepertinya obrolan itu masih ada. Tidak kuhapus. Rasanya sayang membuang ilmu.


Baca Juga: Tanya Jawab Seputar Blog


Rencananya mau ditulis atau dipindah ke word document. Ilmu mahal yang susah terulang.


Huhu, terima kasih untuk teman-teman seperjuangan. You're rock. 


Saturday, November 28, 2020

Aku Mau Blogger Squad ODOP Jadi Agen Jasa Menulis

November 28, 2020 0


Foto: Deskripsikan gambar di atas menurut persepsi masing-masing.

Sebetulnya aku malu minta "ini" sama PJ blog. Ilmu yang didapat baru seuprit tapi mau minta lebih. Hmm, Mbak dan Mas PJ. Kalau aku minta Blogger Squad ODOP (BSO) jadi agen jasa menulis, boleh, nggak? 


Jadi, ilmu mendalami blognya jalan terus. Disambi jadi agen menulis gitu. Nggak usah job yang gede. Kompensasinya pun nggak harus berupa materi. 


Maksudnya, sih, biar kita bisa belajar permintaan dari klien itu seperti apa. Kayak uji coba sebelum terjun jadi profesional blogger gitu. 


Aku termasuk orang yang nggak PD, pemalu, juga minder. Tapi serius kepingin maju. 


Jadi, kalau ambil job itu, aku ngerasa, akutu pasti nggak bisa. Padahal belum dicoba. 


Baca juga: Review Blog Teman Seperjuangan ODOP

Lomba Blog Bareng-Bareng


Buat awal sebelum BSO membuka jasa menulis. Bolehlah para anggotanya diterjunkan dulu untuk ikut lomba. 


Kita semua diwajibkan ikut lomba di tempat yang sama. 


Terus, kalau salah satu anggota ada yang menang. Anggota tersebut diminta untuk memberi tips dan trik atau kiat menang lomba itu. 


Kalau misalnya nggak ada yang menang. Kita semua para anggota saling berdiskusi. Diskusi tentang tulisan masing-masing. 


Hmm, mungkin seperti bedah tulisan kali yak. Jadi, kita membahas titik dan bagian mana sehingga tulisan kita, nggak bisa masuk nominasi juri. 


Aku ingin seperti Mbak Maftuha yang job menulisnya ada terus. Atau Mbak Maria yang banyak ikut lomba. Pokoknya aku mau seperti temen-temen blogger ODOP  semua. 


Baca Juga: Ilmu Dari Blogger Squad ODOP


Agen Jasa Menulis


Duh, ini bukan terlalu muluk, kan, permintaannya? Atau juga bukan khayalan alias mimpi, kan? 


Akutu ngebayangin kalau BSO itu seperti komunitas yang bisa menyelenggarakan acara yang pake promotor gitu. Dan Insha Allah, bisa. 


Kan, nama BSO juga "gede". Udah sama "gede"nya dengan komunitas yang aku maksud. Boleh, nggak, sih, sebut nama komunitas itu? Atau aku bisiki, aja? 


Baca Juga: Menyesal Bergabung di Blogger Squad ODOP


Nanti ceritanya, pas, BSO dapat project menulis. Terus dibagi ke kita-kita para anggota blogger. Setelah menulis, sebelum disetor ke klien. Dicek dulu, ketentuan dan syarat dari klien. 


Mungkin terdengarnya mudah untuk yang sudah biasa. Biasa terima job atau menawarkan diri menulis dari klien.


Tapi, begitulah kira-kira seandainya kelas blog diadakan lagi. 


Cuma sekadar usulan. Barangkali bisa dikembangkan atau mungkin dari potongan kata-kata itu. Mas dan Mbak PJ bisa mendapatkan ide lain. 


Ya, nggak apa, juga, sih. Aku mah senang-senang aja. Apapun nanti yang dipelajari di BSO. 


Meski itu bukan tentang Blogger Squad ODOP jadi agen jasa menulis. Aku tetap mau bergabung di grup blognya ODOP, kok. 


Steak Ramah Kantong dan Nggak Bikin Dompet Jebol

November 28, 2020 13

Tahu steak, kan? Makanan western yang harganya mahal. Aku biasa makan, lho. Tenang, ini steak ramah kantong dan nggak bikin dompet jebol, kok. 


Jadi ceritanya, aku dan suami termasuk orang yang suka kulineran. Dalam satu bulan minimal satu kali, kami pergi mengunjungi tempat makan. 


Bahkan bisa seminggu dua kali kulineran, kalau aku lagi malas masak. 


Lokasi kulineran kami bukan tempat yang jauh atau yang mahal. Dalam kota juga, kan, sekarang banyak tempat makan yang enak. 


Jelas, mah, buat kita, harga makanannya cukup dengan budget suami. 


Kenapa budget suami? Soalnya kalau kulineran pakai budget jajan dari dia ☺


Baca Juga: Suami Istri mah Gitu

Lokasi Strategis


Waroeng steak and shake
Foto: instagram/ waroeng steak and shake

Mungkin buat sebagian orang sudah familiar dengan tempat makan steak ini. 


Warung steak yang cabangnya sudah gampang ditemui di berbagai kota. Termasuk Bekasi. 


Waroeng Steak and Shake ini ada di jalan utama Kota Bekasi. Pinggir jalan besar. Jadi kalau naik kendaraan umum, gampang. 


Lokasinya yang strategis. Bikin gampang yang mau mampir ke sini.


Naik aja kendaraan yang mau ke arah terminal. Soalnya semua kendaraan yang ke arah terminal, melewati warung steak ini. 


Sebelum tiba di lokasi, kendaraan bakal melewati beberapa bank. Seperti bank CIMB Niaga di sebelah kiri sahabat Desi's naik angkot. 


Bank BNI di sebelah kanan. Lalu setelah melewati minimarket. Nggak berapa lama di sebelah kiri jalan ada Bank Mandiri. 


Nah, sahabat Desi's corner turun di Bank Mandiri tersebut. Terus tinggal nyebrang. Sampai, deh, di lokasi. 


Tapi, kalau sahabat Desi's corner dari arah terminal. Nggak ada angkot untuk sampai di Waroeng Steak itu. Meskipun jalan dapat dilalui secara dua arah.


Tapi sahabat bisa naik bajaj untuk sampai di lokasi. Kira-kira sepuluh ribu rupiahan abang bajajnya mau, kok. 


Soalnya dari terminal, tempat makannya udah nggak jauh. Nggak sampai sepuluh menit dari terminal. 


Tapi, ya lebih gampang naik layanan kendaraan online. Tinggal order kendaraan, duduk manis, nikmati perjalanan, sampai, deh, di warungnya. 


Tempat tinggalku nggak seberapa jauh dari Waroeng Steak and Shake ini. Kurang lebih dua puluh menitan, deh, untuk sampai di lokasi. 


Kalau sahabat nanti ada yang mampir makan ke sini. Kontak-kontakan, ya. Kita atur janji supaya bisa ketemuan. 


Kita nongki cantik di Waroeng Steak and Shake yang baru buka tengah hari ini nanti. 


Tenang, kita nongkinya nggak sampai warung tutup pukul sembilan malam, kok. 



Pilihan Tempat Duduk


Lahan parkirnya nggak seberapa luas. Mungkin cuma enam bisa menampung enam kendaraan roda empat saja. 


Sedang untuk kendaraan roda, lumayan cukup banyak. 


Tapi, dengan kondisi parkiran yang tidak terlalu banyak. Membuat pengunjung yang datang. Menggunakan roda dua. Meskipun begitu tempatnya selalu ramai. 


Waroeng Steak baru buka kembali belum lama ini. Dikarenakan adanya pemberlakuan PSBB di kota kami. 


Dengan pemberlakuan protokol kesehatan. Tempat makan steak murah meriah ini mulai didatangi pengunjung. 


Tempat makannya enak. Sahabat Desi's corner boleh pilih tempat sesuka hati. 


Di bagian teras depan cukup nyaman. Sahabat Desi's corner bisa melihat kendaraan berlalu lalang di jalan raya depan warung tersebut. 


Sebelum masuk ke bagian dalam. Sahabat Desi's corner harus mengambil daftar menu dulu.


Daftar menu tersebut diletakkan di sebuah meja. Di atas meja tersebut juga beberapa pulpen dan nota. 


Sahabat tinggal pilih tempat duduk. Di bagian dalam dengan ruangan berkaca tembus pandang. Atau ruangan bagian dalam tanpa kaca. 


Ruangan di dalam kaca adalah ruangan ber-AC. Cocok untuk pengunjung yang membawa anak-anak. Tidak ada asap rokok di ruangan itu. Nyaman. 


Setelah duduk di tempat yang dipilih. Barulah sahabat Desi's corner memilih menu dan menuliskannya di atas nota.


Kemudian, panggil Mas-Mas Pelayan untuk menghitung jumlah harga dari menu yang dipesan. 


He eh, Mas-Mas. Di tempat makan ini, semua pegawainya nggak ada Mbak-Mbak. 


Nanti setelah Mas Pelayan selesai menghitung jumlah pesanan. Sahabat, diminta untuk langsung transaksi di kasir.


Baru, deh, nota pesanan sahabat dioper ke chef yang ada di belakang kasir. 


Iya, kita bisa melihat dapurnya langsung. Melihat mereka memasak menu-menu pesanan pengunjung. 


Sambil menunggu pesanan datang. Sahabat bisa melihat-lihat sekeliling tempat makan. 


Sederhana, nggak terlalu luas juga. Dari bagian dalam kaca. Mata bisa lebih leluasa berkeliling menjelajah setiap sudut ruangan. 


Tanaman merambat di tembok pembatas yang tingginya hanya setengah meter. 


Nggak banyak pepohonan hijau. Mungkin karena keterbatasan lahan. Tapi bisa saja, sih, ditambah pohon gantung di bagian samping. Biar tambah asri aja. 


Di dinding ruangan bagian dalam ini juga. Sahabat akan melihat hiasan dinding berukuran besar. Menurutku jadi menarik ruangan itu. 


Malah, ada bingkai yang besarnya hampir menyentuh lantai. Gambarnya cocok untuk anak-anak millenial yang suka berswa foto. 


Baca Juga: Sempro

Waroeng Steak Ramah Kantong


Menurutku menu yang dihidangkan di sini lumayan bikin lidah bergoyang.


Kakak kalau datang ke sini, paling suka order chicken double siram keju leleh. Untuk minumnya dia pilih milkshake. Entah itu milkshake vanilla atau strawberry. Pilihannya ada di dua itu. 


Chicken double

Foto: Chicken Double 


Sedang suami, paling suka order creamy fish atau fish grill. Tapi kalau order dua jenis menu berbahan dasar ikan tuna ini. Sukanya jarang dapat. Akhirnya kalau nggak kebagian. Order double chicken kayak kakak, deh. Tapi nggak disiram saus keju. 


Aku? Aku, mah, orangnya nggak konsisten. Sukanya menjelajah banyak menu. Biar nggak penasaran.


Spaghetti, calamari, chicken drumstick, rice box, black pepper steak. Tapi yang menu yang sering dipesan olehku adalah chicken cordon bleu. 


Menu si chicken alias cordon bleu ini bikin nagih. Bentuknya seperti crocket. Tapi isinya… beuh, nggak nahan.


Irisan keju dan irisan daging digulung dengan fillet daging ayam. Terus disiram saus steak. Taburi lada dan cocol sedikit  saus sambal.


Ah, tarik, mang! Jangan kasih kendor, tuh, lidah. Goyang terus! 


Satu porsi memang cuma berisi dua potong. Tapi kenyangnya puol! Kan, ada sayuran pendampingnya gitu. Seperti kentang, wortel, kacang polong. 


Chicken cordon
Foto: cordon bleu


Aku, mah, minumnya cuma lemon tea. Katanya perasan jeruk lemon dalam air teh. Bisa buat menetralkan lemak yang baru saja dimakan. 


Buat sahabat yang mau coba steak sirloin atau tenderloinnya juga boleh.


Ada dua pilihan untuk menu tersebut. Yaitu berbaham daging sapi lokal atau impor.


Bedanya cuma diharga, kok. Soal rasa buatku lokal dan impor sebelas dua belas.


Tahu nggak, berapa suami harus mengeluarkan kertas berharga dari kantongnya? 


Nggak sampai dua ratus ribu. Malah kadang kalau aku pesannya single chicken dengan saus biasa. Suami ngeluarin kertas merahnya cuma satu lembar. Tapi ditambah kertas biru satu lembar. 


Baca Juga : Bungkuuus


Cocok Untuk Semua Kalangan


Nenek, kakek, ibu, bapak, anak, muda-mudi. Semua cocok datang ke tempat ini. 


Pokoknya lintas generasi, lintas masa, lintas usia. Tanpa batas. 


Menurutku, susah, lho, membuat tempat makan yang bisa untuk semua kalangan. 


Kerenlah Waroeng Steak and Shake ini. Pantas aja nggak pernah sepi pengunjung. Bidik sasaran marketnya jitu. 


Aku suka mengunjungi tempat makan ini biasa di sore hari. Walaupun siang hari pernah juga datang ke sini untuk makan siang yang terlewat sedikit.


Pengunjung yang datang sore hari berbeda dengan siang hari. 


Kalau siang hari biasanya, pengunjung yang datang adalah para pegawai kantoran. 


Maklum saja, lokasinya memang dekat dengan kantor pemerintahan dan bank.


Pada sore hari barulah keluarga yang datang. Atau pasangan muda-mudi. 


Kalau aku, sih, lebih pilih siang hari. Soalnya pas buat makan siang. Jadi makan siangnya nggak pakai nasi. Diet gitu ceritanya. 


Siang hari juga nggak terlalu ramai. Nggak ada anak-anak pula. Cuma suara kendaraan aja yang terdengar. Itu juga kalau duduknya di luar ruangan berkaca atau teras depan. 


Sahabat Desi's corner bebas mau datang kesini kapan saja. Kecuali bulan puasa. Bulan padat di mana orang-orang lebih banyak berbuka puasa di luar. 


Sahabat kalau mau datang ke warung ini di bulan puasa. Harus reservasi dulu paling nggak dua hari sebelumnya. 


Mungkin karena faktor harga. Sehingga selalu fully booked kalau di bulan istimewa bagi umat muslim ini. 


Jadi, bagaimana? Apakah sahabat Desi's corner mau mencoba? Mencoba steak ramah kantong dan Nggak bikin dompet jebol ini? 


Alamat Waroeng Steak and Shake:


Jl. Ir. H. Juanda Bekasi

No. 189, Bekasi Timur 17111


Wednesday, November 25, 2020

5 Tips Inspiratif Hidup Shin Min Ah. Perhatikan Tips Nomor 3!

November 25, 2020 4

Suka drakor? Tahu Shin Min Ah? Aku termasuk penyuka drakor juga. Tapi disini, aku mau kasih tips inspiratif Shin Min Ah.


Sebelum bahas tips, aku mau cerita dulu. Kalau aku jadi suka nonton drakor. Pas full time jadi ibu rumah tangga. 


Nggak tau, deh, berapa banyak judul drakor yang udah ditonton. Mungkin puluhan tapi belum ratusan. 


Cuma penyakitnya itu, aku nggak hafal sama pemain-pemainnya. Kayaknya, sih, karena pelafalan nama mereka yang agak susah diingat.


Dulu kalau memilih drakor yang mau ditonton. Pertama, lihat judul, baca sinopsis, tampang pemainnya cakep atau nggak, masih ongoing atau nggak, sama jumlah episodenya, deh. 


Ya udah, sini aku kasih tau kenapa alasan itu yang dipake. Kali aja ada yang sama di antara alasan-alasan itu. 


Atau mungkin sahabat Desi's corner punya tambahan lain selain alasan yang aku punya itu. 


Baca Juga: Commuter Line dan Aku


Bolehlah aku juga nebeng, biar seleksi nonton drakornya makin mengerucut. 


Secara sekarang judul drakor banyak banget. Pemainnya juga bagus-bagus. Jadi agak susah memilihnya. 


Malah, ya, terkadang akutu bisa sampai seharian cuma browsing doang. Scroll down, scroll up  di hape, melihat cuplikan drakor. Mana kira-kira yang cocok buat ditonton olehku. 


Shin Min Ah


5 tips shin min ah
Foto: Instagram Shin Min Ah/illuomina

Banyak drakor yang berkesan setelah aku tonton. Terngiang-ngiang gitu di kepala. 


Seperti drakor, Kill Me Heal Me, Secret Love, She Was Pretty, Full House, Autumn in My Heart. Masih banyak lagi kalau mau disebutin


Aku kadang suka amaze sendiri. Kok, bisa, ya, nemu ide dan jalan cerita yang cihuy gitu. 


Idenya sederhana tapi ceritanya bisa "dalem" banget. 


Ini yang kusuka dari drakor. Selalu ada sisi psikologis yang diangkat ke dalam cerita. 


Seperti drakor yang dibintangi Shin Min Ah. Jujur, sih, aku baru nonton satu judul yang dibintangi sama dia. 


Tapi drakor yang dibintangi oleh Shin Min Ah dan So Ji Sub ini. Sungguh buat aku amat terkesan. 


Kayaknya di drama ini, Shin Min Ah lebih cantik kalau gendut, deh. 


Hayo, udah tahu belum judul dramanya apa? Kasih clue sedikit lagi.


Baca Juga: Hati yang Berkurban


Di drama ini, Shin Min Ah, tuh, lagi zaman SMA itu langsing, cantik. Pokoknya idola, deh. 


Udah gitu pernah jadi juara kontes kecantikan pula. Sampai punya julukan Daegu Venus. 


Nah, mulai kelihatan, deh, cluenya. Ada yang udah bisa tebak judul drakornya? 


Lanjut sedikit lagi cluenya, ya. 


Pasangan main cewek berlesung pipi cantik ini adalah So Ji Sub. 


Sebentar sebelum dilanjut. Baru sadar aku, kalau judul drakor yang diperanin So Ji Sub. Lebih banyak dia yang ditonton dibanding pacarnya Kim Wo Bin ini. 


Mungkin sahabat Desi's corner udah ada yang nonton  drama yang diperanin sama So Ji Sub ini? Seperti The Master's Sun, My Secret Terrius, film Be With You. 


Dan satu lagi, judul drakor yang diperanin So Ji Sub adalah yang sedang dibahas sekarang. 


So Ji Sub di drama ini mendapat penghargaan sebagai "Best Couple” bersama Shin Min Ah. Yaitu penghargaan dalam ajang KBS Drama Awards 2015. Keren, kan. 


Disini ceritanya dia berperan sebagai pelatih pribadi si cewek yang dapat julukan Daegu Venus itu. Sampai si ceweknya jadi langsing seperti sedia kala. 


Gimama udah tahu kan judul drakornya? Kalau udah, aku mau lanjut bahas inti dari tulisan ini.


Aku disini mau cerita tentang bintang utama Oh My Venus ini (tuh, kan, keluar juga judulnya).


Ceritanya waktu itu aku nulis artikel di Indobalinews. Yaitu tentang cewek yang baru rilis film terbarunya di bulan September kemarin.


Cewek yang bernama asli Yang Min Ah ini. Disela-sela pemotretan untuk majalah Bazaar.  Bercerita tentang pekerjaan dan harapannya di akhir tahun ini. 


Kalau aku simpulkan kayaknya bisa jadi tips, deh. 


5 Tips Inspiratif Shin Min Ah dalam Menjalani Hidup:


Hidup Shin Min Ah
Foto: Instagram Shin Min Ah/illuomina

1. Menjaga Mood


Mood setiap orang berubah karena keadaan dan kondisi lingkungan. Tapi, mood Shin Min Ah tidak dipengaruhi oleh situasi, kondisi, dan lingkungan.


Dimanapun dia berada, pacar Kim Wo Bin ini berusaha mengendalikan moodnya. 


Seperti saat pemotretan yang berlangsung hingga malam. Dia menjaga wajahnya selalu tersenyum. 


Kesimpulan:


Mood setiap orang memang bisa berubah. Dan adalah kewajiban kita sebagai seorang individual, harus tetap menjaga mood. 


Seperti Shin Min Ah. Ia sangat menikmati waktu lelahnya. Dikarenakan lelahnya itu menghasilkan suatu karya.


Menurutku, bila seseorang sudah menghasilkan karya. Berarti ia sudah bersyukur akan hari yang dilaluinya. 


Bukankah kesempatan untuk berkarya adalah suatu anugerah? 


Bersyukur adalah salah satu cara untuk menjaga mood tetap positif. 


Tahu darimana dia bersyukur? Padahal nggak ada dia bilang tentang syukur di pernyataannya itu. 


Ter-se-nyum. Buatku, sikap dia selama pemotretan yang selalu tersenyum, adalah pertanda dia bersyukur. 


2. Pekerjaan Bukan Beban


“Semua pekerjaan melelahkan. Tapi saya rasa saya masih memiliki energi karena saya menikmati pekerjaan itu,” kata Shin Min Ah yang dikutip oleh Indobalinews dari laman Soompi pada hari Sabtu (21/11). 


Kesimpulan:


Tips ini adalah hal wajib yang harus dipunyai semua orang. Kenapa? Karena kita harus menikmati dan mencintai tanpa syarat. 


Menurutku sesuatu yang dicintai tanpa syarat. Tidak akan memandang sesuatu itu menjadi beban. Semua akan tampak menyenangkan. 


Seperti layaknya orang jatuh cinta yang sedang merayu. 


Gunung kan kudaki

Lautan pun kan kusebrangi


Nggak ada yang namanya keterpaksaan. Nggak ada yang namanya menuntut timbal balik. Semua dilakukan karena ikhlas, tanpa lelah, dan tanpa keluh. 


5 tips inspiratif hidup shin min ah


3. Menerima Perubahan


"Saya berubah hari demi hari.  Saya tidak pernah sama seperti hari sebelumnya," kata Shin Min Ah. 


Kesimpulan:


Kita memang tidak sama di setiap harinya. Kita selalu berubah. Perubahan itu adalah diri kita sendiri. 


Pasti tahu, dong, sama kalimat yang menyarankan, bahwa kita harus lebih baik dari hari kemarin. 


Seperti yang aku alami sekarang. Aku tidak sama dengan aku yang kemarin. 


Pengetahuanku hari ini bertambah lebih banyak dibanding hari kemarin.


Pengetahuanku itu diperoleh karena aku mengikuti kelas belajar blog bersama Coach Marita. 


Kepribadianku sekarang berbeda dengan kepribadianku pada saat masih bekerja.


Kepribadianku berubah karena skala prioritasku juga tidak sama dengan aku yang dulu bekerja. 


Aku berbeda di tiap harinya karena realitas yang aku hadapi. 


Bila aku tidak mengalami dan menerima perubahan di luar sana. Berarti aku kuno, gaptek, culun. Dan pastinya aku bakal tersingkir dengan kemajuan dunia yang begitu pesat.  


Baca Juga: Jemari Menari di atas Keypad


4. Menerima Hal Baru


“Dan seperti saya yang berubah di setiap harinya, dunia juga ikut berubah. Jadi saya pikir, setiap usaha tidak menghasilkan hasil yang sama. Meski kita sangat menginginkannya untuk mendapat hasil yang sama seperti kemarin. Itulah mengapa segalanya selalu tampak baru dan menyenangkan. "


Kesimpulan:


Sebetulnya menerima perubahan dan menerima hal baru, mirip-mirip dikit. 


Perubahan adalah peningkatan, kalau hal baru adalah sesuatu dari yang tidak ada menjadi ada. 


Atau sahabat Desi's corner punya pendapat lain? Bolehlah urun pendapat di kolom komentar.


Sepintas yang aku tangkap dari kalimat bintang drakor lulusan Universitas Dongguk ini. Kalau apa yang dia kerjakan dan hasilnya tidak seperti yang diharapkan. Itu pertanda hal barulah yang akan diterima olehnya. 


Menerima hal baru awalnya memang berat. Tapi kita cuma diminta beradaptasi. Seperti halnya menerima perubahan. 


Kalau kita menerima hal baru dengan tangan terbuka. Maka hal baru yang kita terima tersebut akan selalu menyenangkan hati kita. 


Bayangkan kalau kita menolak hal baru. Seperti bola yang dilempar ke dinding. Lalu memantul dan kembali lagi ke diri kita. Dan itu rasanya sakit. 


5. Sayangi Orang Terdekat

"Dan untuk menghadapi kesulitan tersebut. Saya mencari cara untuk mengatasinya." Dia mengatakan bahwa dia sering berbicara dengan neneknya melalui telepon dan berkata, "Saya pikir bahwa tahun yang akan berlalu ini, adalah waktu dimana saya harus peduli terhadap mereka. Mereka yang dekat dengan saya."

...


Kesimpulan:


Tidak ada manusia yang tidak membutuhkan kehadiran orang lain. 


Bila kekasih bisa putus, bila teman bisa berselisih paham. Maka keluarga adalah orang yang bisa menerima kita apa adanya. 


Keluarga adalah orang yang bisa mengerti keadaan kita. Apapun itu. 


Banyak orang bila sudah sukses dan berjaya. Akan jarang berkunjung ke rumah orang tua. 


Sibuk selalu menjadi penghalang untuk tidak bertemu keluarga. Padahal waktu itu, kan, yang mengatur diri kita sendiri. 


Hari libur lebih banyak dihabiskan bersama teman. Sampai terkadang kita lupa. Teman pun bisa meninggalkan kita kapanpun dia mau. 


Teman pun mempunyai prioritas masing-masing. Tidak selamanya akan menjadi pendengar segala keluh-kesah kita.


Tapi sebaliknya, keluarga. Mereka akan selalu memasang telinga kapanpun kita inginkan.


Saran yang mereka berikan pun pastinya adalah demi kebaikan kita sendiri. 


Bagaimana? Apakah 5 tips inspiratif Shin Min Ah dalam menjalani hidup di atas, ada yang sama dengan sahabat Desi's corner semua?